Rumah Allah atau Rumah Berhala

Kenapa setiap kali kita melihat dan atau masuk masjid disunahkan baca sholawat, sama halnya ketika kita menyebut atau mendengar nama Rasulullah SAW.

Tak lain adalah bahwa masjid itu adalah institusionalisasi/ pelembagaan dari pribadi dan peran Rasulullah SAW.

Karenanya mesti pararel. Rasulullah SAW diutus sebagai rohmat bagi seluruh alam.

Begitu juga masjid adalah rumah cinta untuk menebar kasih sayang bagi segenap kehidupan

Lebih dari itu…

Masjid adalah rumah Allah sebagai pusat utama kegiatan sholat. Sholat itu diawali dengan takbir secara vertikal dan diakhiri dengan salam secara horisontal

Sesungguhnya, salam ke kanan adalah teruntuk penduduk langit. Salam ke kiri adalah teruntuk penduduk bumi.

Baca Juga : PERKATAAN YANG BAIK ADALAH SHADAQAH

Jadi masjid punya visi dan misi yang sama dengan kehadiran Rasul SAW sebagai agen untuk menebar kedamaian (salam), kesejahteraan (rohmat) dan kemuliaan (berkah) demi ekspansi kebahagiaan bagi segenap kehidupan.

Tapi sayangnya, banyak orang yang tak mengerti karena kedangkalan dan kesempitannya dalam memahami Islam. Menggunakan masjid pararel dengan hatinya yang sempit, keras dan kasar:

Sebagai rumah yang menebar kebencian, cacian dan hinaan pada sesama

Sebagai garda untuk memecah belah ummat dan kemanusiaan dalam blok  sempit mazhab dan kepentingan golongan.

Sebagai markas untuk menebar ancaman, pemberontakan terhadap sejarah dan tradisi keagamaan

Astaghfirullahal azhiiiim.

Itu masjid RUMAH ALLAH untuk menyembah dan mengagungkan Tuhan semesta alam yang Maha pengasih dan penyayang. Ataukah RUMAH BERHALA untuk menyembah dan mengagungkan ego yang sombong dan arogan! (Media Ummat)