Wasiat Nabi Adam Kepada Anaknya

Imam Tsa’labi menyebutkan ketika Nabi Syis lahir dan besar, Nabi Adam kemudian menyendiri untuk beribadah kepada Allah SWT dan membaca suhuf, lalu segala urusan saudaranya dipegang dan dikendalikan oleh Nabi Syis. disaat menyendirinya Nabi Adam beliau mendapatkan wahyu dari Allah : “Wahai Adam aku wasiatkan kepada anakmu Syis dengan apa yang kuwasiatkan kepadamu. sesungguhnya aku akan memberikan kamu rasa sakit kematian yang aku telah pastikan itu, juga kepada anak cucumu sampai hari qiyamat”. Perkataan itu membuat Nabi Adam terkejut, dan berkata: “Wahai Tuhan apa itu kematian yang telah kau janjikan itu”. Kemudian Nabi Adam meminta Nabi Syis datang dan memberikannya wasiat dengan wasiat yang banyak, sampai kabar tentang akan datangnya taufan (angin dan banjir) yang membinasakan semua isi alam dan juga memberitahukan tentang waktu-waktu ibadah dari malam sampai siang. kemudian adam memberikan ia sejenis kalung yang Nabi Adam bawa dari surga dan memerintahkannya untuk melipatkan dan meletakkan di dalam kotak dan menguncinya.

Kemudian Nabi Adam memegang jenggotnya dan meletakan itu kedalam tabuut (kotak) lalu berkata: “Wahai anakku ambilah bulu jenggotku ini, apabila engkau mendapatkan perkara yang membuatmu bingung maka bawalah, maka engkau akan mampu mengalahkan musuhmu selama jenggot ini bersamamu dan jika engkau telah melihat jenggot ini memutih maka ketahuilah bahwa ajalmu telah dekat dan engkau akan mati pada tahun itu”.

Kemudian Nabi Adam mencabut cincinnya dan memberikan itu ke Syis lalu menyerahkan tabut serta suhuf yang diturunkan kepadanya (Adam) lalu berkata, “Wahai anakku perangilah saudaramu qobiil karena sesungguhnya Allah SWT akan memberimu kemenangan atasmu”. Diceritakan bahwa Nabi Adam hidup di dunia ini berumur 1000 tahun dari diturunkannya ia kedunia.

Baca Juga : MENUNDUKKAN DAN MENGGERAKKAN KEPALA SAAT DZIKIR

Kabar yang Menakjubkan

Diceritakan bahwa iblis mendatangi Nabi Musa bin Imron dan berbicara jika engkau munajat pada Tuhanmu maka mintalah syafaat untukku dan tanyakan apakah masih diterima taubatku jika aku bertaubat? Dan disaat Nabi Musa munajat pada Allah SWT, beliau bertanya “Ya Rabb apakah Engkau mau menerima taubatnya iblis jika ia bertaubat?” maka Allah azza wa jalla menjawab, “sudah terlewat dalam ilmuku bahwa dia tidak akan bertaubat tapi Aku Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang, jika dia ingin taubat maka bersujudlah ia pada adam, jika dia sujud pada kuburnya adam maka aku akan menerima taubatnya”. Ketika Nabi Musa sudah pulang dari munajatnya, maka iblis menemuinya,dan bertanya, “Hai Musa apakah engkau telah menyampaikan hajatku?” Nabi Musa menjawab, “Masalahmu tergantung pada sujudmu dikuburan nabi Adam” lalu iblis menjawab, “Aku enggan sujud pada adam sewaktu dia masih hidup, bagaimana mungkin aku mau bersujud padanya yang sekarang sudah mati”.

Diceritakan, bahwa iblis ketika menjelang ajalnya, Allah SWT memerintahkan prajurit-prajuritnya malaikat Izroil untuk mencabut nyawanya, lalu iblis lari ke semua arah laut dan darat tapi tidak menemukan tempat aman sehingga sampai pada makam Nabi Adam lalu bersujud pada makam itu, lalu dikatakan padanya, Allah SWT telah menutup pintu taubat maka taubatmu tidak akan diterima, setelah jelas tidak adanya diterima maka iblis berkata pura-pura tidak tau, andai aku tau bahwa ini adalah kuburannya Adam maka aku akan berdiam diri disini dan bersujud, kemudian para malaikat mengepungnya dan malaikat Izroil mencabut nyawanya dengan keras.

Diceritakan diwaktu hari kiamat dan penduduk surga sudah pada masuk surga dan semua penduduk neraka sudah masuk ke dalam neraka, Allah SWT memerintahkan agar iblis dikeluarkan dari neraka pada setiap 100 ribu tahun sekali, dan diperintahkan Adam supaya dikeluarkan juga, lalu Allah SWT memberi perintah pada iblis supaya sujud pada Adam tapi iblis enggan melakukan sujud, kemudian ia dimasukkan neraka lagi dan Adam dimasukkan kesurga lagi. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya syetan bagi manusia adalah musuh yang nyata”. Selesailah cerita yang kami sampaikan dari kisah Nabi Adam Alaihis salam dengan ringkas. (Media Ummat)