Waktu Pilihan Membaca Al-Qur’an
Waktu Pilihan Membaca Al-Qur’an
Waktu Pilihan Membaca Al-Qur’an

Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus

Ketahuilah bahwa di dalam kita membaca Al-Qur’an kita perlu mengetahui waktu-waktu yang utama untuk membacanya.  Perlu terlebih dahulu kita memahami bahwa membaca al-Qur’an itu terbagi menjadi dua yakni Qiroatul Qur’an Fis Sholah (membaca al-Qur’an di dalam waktu sholat) dan Qiroatul Qur’an Fi khorijis Sholah (membaca al-Qur’an di luar waktu sholat).

Nah dari sini,  Imam nawawi dalam kitabnya,  al-Adzkar menerangkan bahwa waktu membaca al-Qur’an yang paling afdhol (utama) yaitu saat kita sholat. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:  Qiroatul Qur’an fis sholah afdholu min qiroatul qur’aan fii ghoiris sholaah (Al Hadits) yang artinya, membaca al-Qur’an didalam waktu sholat itu lebih utama di bandingkan membaca al-Qu’ran di luar waktu sholat.

Mengapa demikian ? sebab saat sholat itu adalah saat bermunajat dan berbincang-bincang dengan Allah, oleh karenaya sangatlah tepat bila saat-saat itu menggunakan kalamullah yakni al-Qur’an.

Untuk itulah para salafaus sholih kita saat mendirikan sholat, mereka memperbanyak bacan Al-Qur’annya. Tidak seperti  kita yang paling-paling saat sholat yang dibaca surat Qulya dan Qulhu. Dalam hal ini para ulama memberikan ketarangan bahwa memanjangkan qiyam (berdiri waktu shalat) untuk memperbanyak bacaan al-Qur’annya setelah membaca surat Al- Fatihah adalah lebih utama daripada memanjangkan sujud.

Selanjutnya untuk waktu membaca al-Qur’an di luar waktu sholat ada beberapa waktu yang utama yakni di saat malam hari terlebih di waktu   paruh akhir waktu malam. Para ulama mengatakan bahwa setidaknya ada beberapa hikmah bila kita membaca al-Qur’an di waktu malam, di antaranya:

Baca Juga:

BOLEHKAH MEMPERLAMBAT HAID AGAR BISA BERPUASA?

MASJIDNYA MEWAH, JAMA’AHNYA KEMANA?

  1. Inna Qiroata aakhirol laili mahdhuurotun

Bahwasannya membaca al-Qur’an di waktu malam itu dihadiri oleh Ahlullah (orang-orang yang dicintai Allah SWT)

  1. Majma’un Lil Qolbi

Membaca al-Qur’an di waktu malam hati ini lebih utuh. Mengapa demikian? Sebab, saat malam suasananya hening, tidak ada gangguan dari kesibukan-kesibukan, kebisingan-kebisingan seperti halnya waktu siang, sehingga kita bisa lebih konsentrsai, dan hati kita pun penuh perhatian pada bacaan-bacaan yang kita lantunkan.

  1. Ab’adu ‘an syawaaghil wal mulghiyaat

Membaca al-Qu’ran di waktu malam bisa menjauhkan kita dari kesibukan-kesibukan dan hal hal yang melalaikan  seperi kita maklumi bersama bahwa di saat siang kebanyakan dari kita disibukan dengan pekerjaan, anak  dan keluarga, sedangkan di waktu malam di saat orang istirahat dari kesibukan-kesibukan itulah kita bisa membaca al-Qur’an dengan nikmat.

  1. Ashwanu ‘Anir Riyaai

Membaca al-Qur’an di waktu malam menjaga diri kita dari riya yang bisa menghancurkkan pahala bacaan kita. Kalau di waktu siang mungkin bacaan al-Qur’an kita yang merdu bisa didengar oleh banyak orang sehingga bisa memunculkan persaan riya (pamer) ingin dipuji oleh orang yang mendengarnya. Sedangkan di waktu malam hari kita mau riya sama siapa, wong kebanyakan orang sudah terlelap dalam tidur.

  1. Wa aqrobu minat tafakkuri fii ma’nal Qur’an

Membaca al-qur’an di malam hari bisa mendekatkan kita untuk mempermudah dalam mentafakkuri (menghayati) ayat-ayat al-Qur’an yang kita baca dan memahamai maknanya

Itulah sekiranya lima hikmah bila kita mau membaca al-Qur’an di waktu malam. Sedangkan di waktu siang hari dalam kitab al adzkar kembali Imam Nawawi menerangkan bahwa waktu yang utama untuk membacanya ialah sesudah shalat Shubuh. Adapun hari hari yang utama untuk membaca al-Qur’an yaitu pada hari Jum’at, Senin, Kamis,  pada hari Arofah, sepuluh hari pertma bulan Dzul Hijjah, sepuluh hari terakhir bulan Romadhon dan pada bulan Romadlon

Namun deemikian meskipun kita sudah mengetahui waktu-waktu yang utama untuk membaca al-Qur’an, tentunya di luar waktu –waktu tadi kita pun dianjurkan untuk memperbanyak membaca al-Qura’n.  Akhirnya mudah-mudahan kita semua dijadikan hamba-hamba Allah yang  istikomah membaca al-Qur’an baik di waktu malam maupun siang.