2 views

Tiga Resep Hidup Tenang

0

Habib Novel bin Muhammad Al-Aydrus, Solo

Setiap orang ingin hidupnya bahagia dan tenang. Namun banyak orang yang sambat, sebab hidupnya sumpek, terasa banyak masalah  dan beban. Nah, saya ingin memberikan tiga resep agar hidup kita terasa tenang. Pertama, jangan pernah mikir. Yang dimaksud bukan berarti tidak berpikir. Tapi jangan dipikirin. Contohnya, punya hutang, tidak punya uang untuk melunasi, ya tidak usah dipikirin. Cukup usaha dan do’a. Misalnya lagi istri dinasehati tidak nurut. Jangan dipikirin. Daripada tambah jengkel, mangkel akhirnya tambah mumet.

Semua itu adalah dunia. Jangan berpikir berlebihan tentang dunia. Karena hidup di dunia kita punya tugas. Tugas utama kita adalah ibadah. “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.” (QS. Ad-Dzariyat: 56)

Jangan sampai kita tidak bisa ibadah karena memikirkan urusan dunia. Yang paling harus kita pikirkan dan perhatikan adalah ibadah kita. Bagaimana shalat kita. Bagaimana dzikir kita. Bagaimana bacaan Al-Qur’an kita.

Urusan dunia sudah dijamin oleh Allah SWT. Allah SWT yang telah menghadirkan kita di muka bumi ini tentu akan memenuhi segala kebutuhan kita. Bukankah Allah SWT sudah membuat pengumuman yang tegas dan jelas, ” Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah … “ (QS. Hud: 6) 

Rezeki kita sudah diatur dan disiapkan oleh Allah. Jadi jangan khawatir apalagi stress dan melupakan kewajiban ibadah kita.

Baca Juga : SPIRIT TAWAKAL

Kedua, masalah itu tidak ada.  Masalah secara dhohir memang ada, namun dalam setiap masalah itu Allah SWT sudah menyiapkan solusi. Kalau masalah sudah ada solusinya, berarti kan tidak ada masalah. Allah SWT berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyiroh: 5-6)

Dalam semua tafsir diterangkan bahwa maksud ayat tersebut dalam setiap masalah ada dua solusi. Subhanallah. Allah menyiapkan jalan keluar melebihi masalahnya itu sendiri.

Jadi ketika ada masalah, jangan fokus pada masalahnya.  Tapi berbaik sangka bahwa Allah SWT akan memberikan rahmat atau rezeki.  Tapi syarat dan ketentuan berlaku yaitu bertaqwa. Sebagaimana firman Allah SWT, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).

Asbabunnuzul ayat ini. Ada seorang sahabat nabi yang tertawan. Kedua orangtuanya susah. Mereka mengadu kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan keduanya untuk membaca, laa haula walaa quwwata illa billah.  Keduanya pun terus membaca do’a tersebut semalaman dengan mantap. Saat adzan shubuh tiba-tiba anaknya pulang. Mereka menangis bahagia. Ternyata anaknya bebas karena penjaga tertidur. Allah mengirim para malaikat untuk menidurkan para penjaga tersebut. Akhirnya ia bisa pulang dengan mudah.

Ketiga, semua pemberian Allah itu enak dan baik. Syaratnya lihat orang lain yang hidupnya lebih susah dari kita. Jangan suka melihat orang yang hidupnya sudah mapan, kita akan tambah susah. Apapun bentuk pemberiannya, kita harus lihat orang lain yang lebih susah atau lebih buruk dari kita. Punya suami biasa, lihat orang yang suaminya lebih biasa. Punya istri kurang cantik, lihatlah orang yang istrinya jauh lebih jelek. Saat sakit, lihatlah orang yang sakitnya lebih parah. Saat bekerja, lihatlah orang yang pekerjaannya lebih buruk dan penghasilannya lebih sedikit. Dengan demikian kita akan terus bersyukur kepada Allah SWT. (Media Ummat)

Comments are closed.