0 views

Tidak Gaduh Saat Khutbah Jum’at

0

Mengucapka Salam Kepada Jamaah

Apabila Nabi SAW naik ke atas mimbar, Beliau SAW mengucapkan salam. (HR. Ibnu Majah, ibnu ‘Adi dan al-Baghowi dari Jabir RA).  Ini adalah sunnah yang selayaknya diperhatikan dan dijaga oleh para imam.

Menghadapkan Wajah Kepada Imam

Apabila Nabi SAW berdiri di atas mimbar, para Sahabat menghadapkan wajah mereka kepada Beliau. (HR. Ibnu Majah dari Tsabit)

Dalam kondisi seperti itu, mereka akan lebih memusatkan pikiran dan lebih bisa memperhatikan serta mengikuti apa yang disampaikan oleh imam/khotib.

Imam duduk di Atas Mimbar

Apabila  Nabi SAW naik ke atas mimbar, Beliau duduk hingga  muadzin selesai mengumandangkan adzan. Kemudian, Beliau berdiri dan berkhutbah. Setelah itu, Beliau duduk dan diam, lalu berdiri dan berkhutbah lagi. (HR. Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar RA)

Hadits ini juga merupakan dalil bahwa khutbah Jum’at dilakukan dua kali sementara imam duduk di antara keduanya.

Adzan setelah Imam Naik Mimbar

Mengumandangkan adzan setelah imam naik mimbar didasarkan pada hadits yang lalu dan hadits-hadits lain dalam bab ini.

Baca Juga : Tata krama Menyebut Nama Nabi

Diam dan Memperhatikan Imam

Mendengarkan khutbah dan nasihat merupakan tujuan utama diselenggarakannya shalat Jum’at.

Rasulullah SAW bersabda: Maa min rojulin yatathohharu yaumal jumu’ati kamaa umiro, tsumma yakhruju min baytihi hatta ya’ tiyal jumu’ata, wayunshitu hatta yaqdhiya sholaatahu, illa kaana kaffaarotan limaa qoblahu minal jumuati

Artinya: “Tidaklah seorang laki-laki bersuci pada hari Jum’at sebagaimana diperintahkan, kemudian ia keluar dari rumahnya menuju shalat Jum’at dan diam hingga menyelesaikan shalatnya, melainkan hal itu akan menjadi kafarah (penghapus) atas dosa-dosa yang ia lakukan sebelum Jum’at itu.” (HR. Ahmad, An-Nasa-I, dan Ibnu Khuzaimah  dari  Salman)

Tidak berkata Sia-Sia Meskipun Sedikit

Sabda Rasulullah SAW: idza qilta lishoohibihi –wal imaamu yakhthubu yawmal jumu’ati-:  anshit. Faqod laghowta. Artinya:  Jika engkau mengatakan kepada sahabatmu ketika imam sedang berkhutbah: ‘Diam!’, sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Al Bukhori wa Muslim dari Abu Hurairah RA)

Beliau SAW juga bersabda: Man ghossala yaumal jumu’ati waghtasala,  tsumma bakkaro, wabtakaro, wamasya, walam yarkab, wadanaa minal imaam, wastama’a wa anshota, walam yalghu, kaana lahu bikulli khuthwatin yakhthuu haa minbaytihi ilal masjidi ‘amalu sanatin, ajru shiyaa mihaa waqiyaa mihaa.

Artinya: “Barang siapa membersihkan diri pada hari Jum’at dan mandi, kemudian bergegas dan bersegera (berangkat shalat), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekati imam, mendengarkan dan diam, serta tidak berbuat sesuatu yang sia-sia, maka setiap langkah yang ia ayunkan dari rumahnya menuju masjid seperti amalan satu tahun dengan pahala puasa dan shalatnya.”

Comments are closed.