You Are Here: Home » KABAR AKHIRAT » Ternyata di Surga Ada Pasar

PASAR bukan hanya ada di dunia. Di surgapun ternyata ada pasar. Pasar di surga tidak bisa dibayangkan seperti apa, karena memang semua kenikmatan surga itu belum pernah terlihat mata, belum terdengar telingan dan tidak terpnah terlintas dalam benak manusia.
Kalau di dunia pasar merupakan tempat di mana kita berkumpul untuk menawarkan sesuatu yang bisa kita tawarkan dan tempat sesuatu yang ingin kita dapatkan/beli. Baik untuk makan, pakaian, dan perabotan semua tersedia di pasar.
Lantas, bagaimanakah pasar yang ada di surga nanti?. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga benar-benar ada sebuah pasar yang mereka datangi setiap hari Jum’at. Di waktu itu bertiuplah angin utara menerpa wajah dan pakaian mereka, maka mereka bertambah elok dan tampan. Lalu mereka pulang kepada keluarga masing-masing setelah tampak semakin elok dan tampan. Maka berkatalah keluarga mereka, “Demi Allah, kamu benar-benar tampak lebih elok dan tampan setelah meninggalkan kami”. Dan jawabnya: “Dan kamu pun demikian pula, demi Allah, tampak lebih elok dan cantik setelah kami tinggalkan.” (HR. Muslim)
Lebih jelas, marilah kita simak hadits berikut. Al-Hafizh Abu Bakar bin ABi ‘Ashim meriwayatkan dari Sa’id bib Al-Musayyab, bahwa dia pernah bertemu Abu Hurairah, dan Abu Hurairah berkata, “Mohonlah kamu kepada Allah agar aku dan kamu bisa bertemu di pasar dalam surga”. “Di surga ada pasar?” Tanya Ibnul Musayyab. “Ya”, jawab Abu Hurairah. “Rasulullah SAW pernah memberitahu kepadaku, Sesungguhnya, apabila para penghuni surga telah memasuki surga karena keutamaan amal mereka, maka mereka benar-benar diizinkan – selama waktu yang seukuran dengan panjangnya hari Jum’at semasa di dunia – untuk berkunjung kepada Allah di suatu taman di antara taman-taman. Maka dipasanglah untuk mereka panggung-panggung dari cahaya, mutiara, permata zabarjad, permata yaqut, emas, dan panggung dari perak. Sedang orang yang paling rendah diantara mereka – meskipun sebenarnya tidak ada orang rendah di sana – duduk di atas tumpukan kasturi dan kapur barus. Namun demikian mereka tidak memandang bahwa yang duduk di kursi itu lebih utama dari mereka.”
Kata Abu Hurairah: Aku bertanya, “Ya Rasul Allah, dapatkah kita melihat Tuhan kita?” “Ya” tegas Rasul. “Apakah kamu samar ketika melihat matahari, atau bulan di malam purnama?” Kami jawab: “Tidak”, Rasulullah menegaskan, “Maka demikian pula kamu tidak akan samar ketika melihat Tuhan-Mu. Semua yang hadir di majlis itu akan diajak berdialog dengan Allah. Maka Dia bertanya, “Hai Fulan bin Fulan, ingatkah kamu pada hari ketika kamu melakukan ini dan itu?” Allah menyebut beberapa dosa orang itu semasa di dunia. Maka orang itu pun menjawab, “Tentu, tapi apakah Engkau tidak mengampuni aku”, Allah Menyatakan, “Ya, Aku mengampunimu, dan ampunan-Ku itulah yang telah mengantarkan kamu ke sini”.
Nabi bersabda (melanjutkan ceritanya): Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba datanglah awan menutupi mereka di angkasa. Awan itu kemudian menghujankan minyak wangi, yang harumnya tak pernah mereka rasakan sama sekali sebelumnya.
Nabi bersabda, Kemudian berfirmanlah Tuhan kita Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, “Bangkitlah kalian, menuju kemurahan yang telah Aku sediakan untukmu. Ambillah apa saja yang kamu inginkan”.
Nabi bersabda, ternyata kalian melihat sebuah pasar yang dikelilingi malaikat. Barang-barang yang ada di sana tidak tidak pernah ada mata yang melihatnya, tak pernah ada telinga yang mendengarnya, dan pernah terdetik dalam hati siapa pun.
Nabi bersabda, selanjutnya segala yang kita inginkan ada yang membawakannya untuk kita. Tidak dijual dan tidak untuk dibeli. Di pasar itu antar sesama penghuni surga saling bertemu. Orang yang berkedudukan tinggi bisa bertemu dengan yang lebih rendah – sekalipun sebenarnya disana tidak ada orang rendah – Maka orang yang lebih rendah itu tertarik dengan pakaian dan dandanan temannya. Namun, belum lagi perkataannya berakhir, tiba-tiba telah muncul di hadapannya pakaian yang lebih indah. Ini semua karena tidak seyogyanya ada yang merasa sedih dalam surga.
Nabi bersabda, Kemudian kita pulang ke tempat tinggal masing-masing. Di rumah kita jumpai istri-istri kita seraya berkata, “Alangkah senangnya, selamat datang kekasih kami. Sungguh, engkau tampak lebih tampan dan lebih harum daripada ketika kamu meninggalkan kami”.
Maka kita jawab: “Sesungguhnya kami telah duduk bersama Tuhan kita Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, dan Maha Agung. Maka pantaslah kalau kami pulang membawa perubahan seperti yang kamu saksikan ini”.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasar untuk penghuni surga, mereka tidak perlu bersusah payah mencari dan melakukan penawaran dengan penjual, karena nantinya apa yang mereka inginkan, maka dengan sendirinya sudah ada yang mengantarkan untuk kita. Semoga kita semua dapat menikmati pasar surga. Amin.

3 Comments

  1. Khoiry says:

    Wah-wah bisa kuliner gratiss ni… ditemani bidadari lagi..

Leave a Reply

Visitor

© 2012 Media Ummat · Subscribe:PostsComments · Designed by Distroblogger · Powered by distroblogger.com