KisahSirah Sahabat

Terbunuhnya Singa Allah

أَزْهَدُ النَّاسَ فـِى الْعَالِمِ أ

Menguasai Keadaan

Sekalipun pasukan Muslimin mengalami kerugian yang besar dengan terbunuhnya singa Allah dan singa Rasul-Nya, Hamzah bin Abdul Muththalib, mereka tetap mampu menguasai seluruh keadaan. Yang ikut bertempur pada saat itu adalah Abu Bakar, Umar bin Al-Khaththab, Ali bin Abi Thalib, Az-Zubair bin Al-Awwam, Mush’ab bin Umair, Tholhah bin Ubaidillah, Abdullah bin Jahs, Sa’d bin Mu’adz, Sa’d bin Ubadah, Sa’d bin Ar-rabi’, Anas bin An-nadhr, dan masih banyak orang-orang seperti mereka yang mampu merontokkan ambisi orang-orang Musyrik.

Dari Pelukan Istri Langsung Mengambil Pedang dan Perisai

Di antara pahlawan perang yang bertempur tanpa mengenal rasa takut pada waktu itu adalah Handzalah bin Abu Amir. Ayahnya adalah seorang tabib yang disebut si fasik, yang sudah kami singgung. Handzalah baru saja melangsungkan pernikahan. Saat mendengar gemuruh pertempuran yang saat itu dia masih berada di dalam pelukan istrinya, maka dia segera melepaskan pelukan istrinya dan langsung untuk beranjak untuk berjihad. Saat sudah terjun ke kancah pertempuran berhadapan dengan pasukan musyrikin, dia menyibak barisan hingga dapat berhadapan langsung dengan komandan pasukan musuh, Abu Sufyan bin Harb. Sebenarnya saat itu dia sudah dapat menundukkan Abu Sufyan. Namun hal itu sudah diketahui Shaddad bin Al-Aswad yang kemudian langsung menikamnya hingga meninggal dunia sebagai seorang syahid.

Peranan Para Pemanah Saat Pertempuran

Para pemanah yang diangkat oleh Rasulullah SAW dan ditempatkan di atas bukit mempunyai peranan yang sangat besar dalam membalik genderang perang untuk kepentingan pasukan Muslimin. Kavaleri Quraisy yang dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid dan ditopang oleh Abu Amir si fasik melancarkan serangan tiga gelombang untuk menghancurkan sayap kiri pasukan Muslimin. Sebab jika sayap kiri bisa digempur, maka inti pasukan Muslimin dapat dimasuki, sehingga barisan mereka bisa dibuat kocar-kacir dan bisa dipastikan mereka akan kalah telak. Namun setiap kali ada gelombang serangan, para pemanah yang berada di atas bukit menghujani musuh dengan anak panah, hingga dapat menggagalkan tiga kali serangan musuh.

Baca Juga : DIUJI LALU NAIK HAJI, KINI GEMAR BERBAGI

Pasukan Musyrikin Kalah

Begitulah roda pertempuran terus berputar dan pasukan Muslimin yang kecil justru menguasai seluruh keadaan, sehingga sempat menyurutkan ambisi para dedengkot Musyrikin, dan membuat barisan mereka berlari menghindar ke kanan, ke kiri, ke depan, dan ke belakang. Seakan-akan tiga ribu prajurit Musyrikin harus berhadapan dengan tiga puluh ribu prajurit Muslim. Keberanian pasukan Muslimin terlihat jelas.

Setelah Quraisy habis-habisan menguras tenaganya untuk menghadang serbuan pasukan Muslimin, maka terlihat semangat mereka yang turun drastis. Bahkan tak seorang pun di antara mereka yang berani mendekati bendera, setelah terbunuhnya pembawa bendera mereka yang terakhir, yaitu Shu’ab. Tak seorang pun yang berani mengambil bendera itu agar pertempuran berlangsung seru disekitarnya. Mereka sudah ancang-ancang untuk mundur dan melarikan diri, seakan mereka lupa apa yang pernah bergejolak di dalam hati mereka sebelum itu, yaitu dendam kesumat dan keinginan untuk mengembalikan kejayaan, kehormatan dan wibawa.

Ibnu Ishaq berkata, “kemudian Allah SWT menurunkan pertolongan-Nya kepada orang-orang muslim dan memenuhi janji-Nya, sehingga mereka bisa menceraiberaikan musuh. Hampir pasti kemenangan ada di tangan mereka.”

Abdullah bin Az-Zubair meriwayatkan dari ayahnya, dia berkata, “demi Allah, sampai-sampai aku bisa melihat betis Hindun binti Utbah yang tersingkap karena harus melarikan diri bersama rekan-rekannya”.

Dalam hadits Al-Barra’ bin Azib di dalam Ash-Shahih disebutkan, “saat kami menyerang, mereka melarikan diri, hingga dapat kulihat bagaimana para wanita Quraisy tertatih-tatih di bukit sambil menyingsingkan kebaya, hingga terlihat betis dan gelang kaki mereka.”

Orang-orang muslim mengejar orang-orang Musyrik agar mereka meletakkan senjata dan dapat merampas harta.

Tags
Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close