0 views

Terapkan Keadilan Meskipun Terhadap Musuh

0

Al-’Adil (Maha Adil)

Kata Al-‘Adil berasal dari kata yang terdiri dari huruf ‘ain, daal, dan laam. Rangkaian huruf-huuruf ini mengandung dua makna yang tertolak belakang, yakni “lurus” dan “sama”

Sebagian pakar mendefinisikan ‘Adil (adil) dengan “Penempatan sesuatu pada tempat yang semestinya”. Ada juga yang menyatakan bahwa “adl” adalah “memberikan  hak kepada pemiliknya melalui jalan yang terdekat”. Hal ini bukan saja menuntut seseorang untuk memberikan hak kepada orang lain, tetapi juga hak tersebut  harus diserahkan tanpa menunda-menunda.

Allah Al-‘Adil

Allah adalah Dzat yang Maha Adil. Keadilan Ilahi, menurut Imam Al-Ghazali adalah “memelihara kewajaran atas berlanjutnya eksistensi, tidak mencegah kelanjutan eksistensi dan perolehan rahmat, sewaktu terdapat banyak kemungkinan untuk itu.”

Di antara bentuk keadilan Allah adalah Dia menciptakan manusia dengan sempurna dan seimbang. Allah berfirman: “Yang menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu, dan mengadilkan kamu (menjadikan susunan tubuhmu seimbang)”. (QS. Al-Infithar : 7).

Keadilan Allah juga dapat kita cermati dari ciptaan-Nya yang berpasang-pasangan. Laki-laki disandingkan dengan perempuan agar satu sama lain bisa hidup tenteram dan menghasilkan keturunan (melalui pernikahan). Begitu pula dengan adanya yang miskin dan yang kaya supaya saling membutuhkan dan terciptanya kehidupan bermasyarakat yang seimbang.

Keadilan Allah, mungkin sulit dipahami oleh sebagian orang. Namun yang pasti, keadilan-Nya merupakan suatu rahmat bagi seluruh makhluk.

Baca Juga : SEMBUH DENGAN SEDEKAH DAN RIYADLOH

Pesan Sosial – Ekonomi

Menerapkan Keadilan

Keadilan harus diterapkan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada semua orang seperti orang tua, karib, kerabat dan yang lainnya. Allah SWT berfirman,“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, meskipun terhadap diri kamu sendiri, ibu bapakmu dan kaum kerabatmu, baik ia kaya atau miskin; Allah lebih tahu kemaslahatannya. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, supaya kamu tidak menyimpang. Dan jika kamu memutarbalikkan atau menyimpang dari keadilan, maka Allah Maha tahu atas segala perbuatanmu.(QS. An-Nisaa‘: 135).

Bersikap adil harus pula dilakukan terhadap orang orang yang tidak kita sukai, bahkan terhadap musuh.  Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, sebagai saksi-saksi karena Allah, dan janganlah kebencian orang kepadamu membuat kamu berlaku tidak adil. Berlakulah adil. Itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Allah tahu benar apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 8).

Berbuat adil meski itu menyakitkan bagi orang yang diadili. Dan menempatkan serta bertindak sesuai pada tempatnya

Bijak dalam Bersekap

Bersikap adil merupakan landasan  untuk berperilaku secara bijak. Itulah sebabnya, dalam pengertian sehari hari, perkataan “adil” sering beriringan dengan kata “bijaksana”, adil dan bijaksana.  Kebijaksanaan juga merupakan cerminan dari keluasan ilmu dan kebesaran jiwa

Sumber Landasan Sikap dan Mental

– Mengakui keseimbangan dan keadilan Allah di muka bumi dan alam raya. Dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, semuanya berjalan teratur sesuai sunnatullah.

–  Berlaku adil pada diri sendiri dengan meredam nafsu syahwat dan mengikuti agama dan akal.

– Membantu orang yang mencari keadilan dan berlaku keadilan kepada semua pihak.

– Termasuk berlaku adil dalam memanfaatkan waktu yang tersedia demi kemajuan hidup atau karir

Comments are closed.