KajianKajian Islami

Teladan Rasulullah Hadapi Persoalan Keluarga

Teladan Hadapi Persoalan Keluarga

Kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW tidak selalu berjalan mulus tanpa persoalan. Meskipun Beliau adalah seorang nabi dan rasul, tetapi Beliau adalah seorang manusia biasa yang juga menemui persoalan-persoalan rumah tangga sebagaimana pemimpin-pemimpin rumah tangga lainnya. Cara-cara Beliau menghadapi persoalan rumah tangga memberikan teladan bagi ummatnya, bagaimana seharusnya menyelesaikan persoalan keluarga yang ada.

Ada beberapa persoalan rumah tangga Beliau yang tercatat sejarah. Diantaranya adalah mengenai pernikahannya dengan Zainab bin Jahsy dan kasus hadistul ifk (berita palsu atau gosip) yang menimpa istrinya, ‘Aisyah. Di samping itu ada pula kisah kegusaran beliau terhadap salah satu istrinya Hafsah binti Umar. Beliau juga pernah menghadapi persoalan kecemburuan di antara para istri-istrinya tersebut.

Pernikahan dengan Zainab bin Jahsy

Pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy sering dikutip oleh para orientalis untuk mendiskreditkan Beliau. Menurut mereka, Beliau telah terpedaya oleh kecantikan Zainab dan ingin menikahinya, padahal waktu itu Zainab masih menjadi istri anak angkatnya, Zaid bin Haritsah. Menurut para orientalis tersebut, Beliau kemudian mendesak Zaid untuk menceraikan Zainab. Menurut mereka pula, Zaid terpaksa menceraikan istrinya dan kemudian dinikahi oleh Beliau.

Kenyataan yang sebenarnya tidaklah demikian. Bahkan Rasulullah lah yang meminta Zainab untuk menerima lamaran dari zaid. Rasulullah  yang memilih Zainab binti Jahsy untuk menjadi jodohnya Zaid bin Haritsah. Zainab pernah menolak lamaran dari Zaid karena alasan tidak sederajat dalam status sosial. Namun, akhirnya bersedia menikah dengan Zaid.

Dikisahkan, suatu hari pada tahun ke-4 H, Rasulullah SAW pergi ke rumah anak angkatnya, Zaid, untuk membicarakan suatu masalah. Ternyata  Zainab, istrinya Zaid, yang membukakan pintu. Zaid sendiri sedang tidak ada di rumah. Zainab mempersilahkan Nabi Muhammad SAW masuk, tetapi Beliau menolak. Setelah Zaid pulang, Zainab menceritakan kedatangan Rasulullah SAW kepadanya. Ia segera menemui Beliau sambil mendiskusikan kehidupan rumah tangganya dengan Zainab. Menurut catatan Husain Haikal, Zaid sering datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengadukan keretakan rumah tangganya dengan Zainab dan niatnya untuk menceraikan istrinya itu. Beliau SAW hanya menjawab pendek, ”Jagalah istrimu dan bertawakallah!”

Keistimewaan Wanita Menurut Islam

Rasulullah terus menyuruh zaid agar mempertahankan rumah tangganya. Nasehat Rasul SAW adalah anjuran kepada Zaid saja, sedangkan keputusannya terserah kepada zaid. Dan Rasul tentu tahu, rumah tangga Zaid sudah susah untuk dipertahankan karena perbedaan status.  Zaid sendiri yang merupakan bekas budak. Sementara Zainab adalah keturunan bangsawan Quraisy. Pernikahan mereka selama 2 tahun tidak mendatangkan kebahagiaan. Dan mereka pun akhirnya bercerai.

Setelah bebarapa bulan berlalu, atas persetujuan wahyu dalam surat QS. Al-Ahzab ayat 37,

Rasulullah SAW menikahi Zainab, setelah habis masa iddahnya. Disebutkan dalam Al-Qur’an, “…..Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia  supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.”

Jadi, Allah yang memerintahkan Nabi SAW menikah dengan Zainab. Hal ini untuk memberi hukum baru, bahwa anak angkat bukan lah anak kandung. Oleh karena itu, menikahi istri bekas anak angkat adalah tidak haram dan tidak terlarang. Ini meruntuhkan tradisi lama pada bangsa Arab yang menganggap anak angkat sebagai anak kandung.

Jadi, tuduhan bahwa Rasul mempunyai rasa cinta kepada istri anaknya sendiri dan memerintahkannya untuk bercerai adalah tuduhan yang salah dan mengada-ada. Jika Rasul  SAW memiliki rasa cinta kepada Zainab, tentu sejak awal Rasul tak memberi kesempatan Zaid menikahi Zainab. (*)

Tags
Show More

Related Articles

Close