TATA CARA MAKAN RASULULLAH SAW

Tata cara mengkonsumsi makanan tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. At Tuwim menulis tentang beberapa kaidah yang dicontohkan oleh Rasullah SAW diantaranya adalah:

  1. Menghindari israf, atau berlebihan.

Sabda Rasulullah SAW “Cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, untuk menegakkan tulang rusuknya.” “Kalaupun harus kenyang, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (al hadis).

Hadits tersebut menggunakan kata assyab`u yang berarti “kenyang”  bukan menggunakan kata al imtila` , atau “penuh”. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya.

  1. Tidak makan besar setelah makan besar lainnya.

Rasulullah melarang untuk idkal at tha’am ‘ala tha’am, alias makan lagi sesudah makan. Suatu hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah RA.Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah RA, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah RA, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, wahai bunda?” tanya para sahabat.  Aisyah RA lalu menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya kecuali dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”.

Baca Juga : RASULULLAH: BASYIIRAN WA NADZIIRAN

  1. Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan.
  2. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu.
  3. Tidak langsung tidur setelah makan malam.

Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!” Maksudnya, janganlah sampai ayam, kambing, lembu, kerbau semuanya masuk ke dalam perut kita dalam waktu makan yang sama.

Sebanyak Apa Kita Boleh Makan?

Ibnul Qayyim, seperti yang dikutip at Tuwim membagi tingkat makanan menjadi tiga tingkatan:

Tingkat kebutuhan: yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Cukuplah bagi manusia untuk mengkonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang rusuknya”. Jika tidak mampu menahan dirinya untuk menkonsumsi lebih maka ia berpindah ketingkat berikutnya yaitu:

Tingkatan cukup: yaitu mengisi sepertiga perutnya untuk untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas, dan hikmah di balik itu dikarenakan perut kita mempunyai kapasitas yang sangat terbatas dan jika semuanya dipenuhi dengan makanan maka  tidak ada tempat lagi untuk minum dan sulit bernafas.

Adapun tingkat ketiga adalah tingkat berlebihan: tingkat ini bisa membahayakan dirinya tanpa ia sadari, dan hal ini banyak dialami oleh kita, dan kebanyakan orang yang terjangkit penyakit gula, depresi, kegemukan, jantungan dan stroke tidak lain adalah disebabkan karena mereka tidak mengatur pola makan mereka dengan baik, serta berlebihan dalam makan dan minum.