1 views

Sudah Ditolong Malah Mentung

0

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya menikahi seorang wanita yang pernah diperkosa oleh tetangga saya sendiri. Saya menikahi dia karena niat ibadah ingin menolong dan mengangkat harkat martabatnya sebagai wanita. Tapi setelah menikah isteri saya sangat susah diatur. Pergi kemanapun tidak pernah bilang apalagi minta izin pada suami. Yang lebih parah dia sering pulang dalam keadaan mabuk. Padahal saya selalu memberi nasihat yang baik dan tidak pernah kasar apalagi sampai melakukan KDRT. Selama ini saya selalu setia, mengalah dan selalu memaafkan kesalahannya. Sekarang usia pernikahan saya sudah 5 tahun lebih dan sekarang saya mempunyai masalah yang cukup rumit. Sudah hampir sebulan istri saya tidak mau pulang dan susah sekali dihubungi. Setiap saya ke rumah mertua selalu dibilang tidak ada padahal kata adik-adiknya istri saya itu ada. Saya coba untuk mengingatkan mertua saya dengan baik malah difitnah kalau saya telah bersikap kurang ajar dan akan menceraikan saya. Bahkan saya diancam mau dipukuli kalau saya berani ke rumahnya lagi. Saya tidak mau menceraikan isteri saya karena selain saya tidak punya salah apa-apa, saya juga takut dengan keterangan yang menyebutukan bahwa Allah SWT sangat membenci yang namanya perceraian. Saya hanya ingin istri saya pulang dan kembali ke jalan Allah SWT. Mohon solusinya apa yang harus saya lakukan. Terima kasih.

Baca Juga : TERLANJUR CERAI INGIN RUJU’ KEMBALI

Jawab:

Wa’alaikum salam Wr. Wb. Langkah saudara menikahi wanita itu baik, apalagi untuk menyelamatkan jiwanya. Nah, kebaikan saudara yang dibalas dengan keburukan istri, tentu menimbulkan kekecewaan. Tapi, ingatlah setiap kebaikan kita, sudah dicatat oleh Allah SWT.

Selanjutnya, tetap maksimalkan ikhtiar lahir maupun batin, dengan berdo’a agar istri dan keluarganya diberi kesadaran dan hatinya terbuka menerima kebenaran.

Kalau usaha saudara sudah benar-benar maksimal, demi menjaga keutuhan rumah tangga, lalu pihak istri  dan keluarganya tidak mau tahu. Lebih-lebih memberikan ancaman baik fisik maupun non fisik, maka saudara harus berpikir dua kali untuk melanjutkan rumah tangga. Kalau mereka orang baik-baik, tentu tidak akan menyia-nyiakan saudara, apalagi jika mengingat masa lalunya yang telah terpuruk akibat diperkosa.

Dalam hadits memang disebutkan, “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talaq”. (HR. Abu Daud)

Hanya saja hadits ini tentu berlaku pada saat normal. Jika istri baik-baik, atau keburukannya belum seberapa, dan masih banyak peluang untuk memperbaikinya, lalu diceraikan tentu sangat dibenci oleh Allah. Adapun kalau istri sudah benar-benar tidak mau diperbaiki, tidak melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk taat dan melayani suami, maka seorang suami boleh saja menceraikannya.

Lebih-lebih jika mempertahankan istri semacam itu kehidupan dan ibadah saudara menjadi terbengkalai. Semoga segera diberi jalan keluar yang terbaik. (Media Ummat)

Comments are closed.