Kajian IslamiTauhid

Spirit Tawakal

Perbanyaklah membaca ‘La Haula wa La Quwwata Illa Billah’, karena sesungguhnya ia merupakan perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Surga. (HR.Ahmad)

Penyakit adakalanya fisik adakalanya psikis atau mental.  Yang paling berat justru penyakit psikis. Orang yang tidak percaya diri, merasa tertekan, khawatir, takut sampai stres. Orang yang punya penyakit psikis karena labil dan tidak punya pendirian. Karena itu dia memihak kepada orang yang dianggap menguntungkan. Ini benih-benih kemunafikan.

Penyakit psikis bisa berdampak juga pada penyakit  fisik. Karena psikisnya sedang tidak stabil, pikiran tidak tenang, pikiran sedang galau, iapun tidak kuat. Jadi orang yang sedang sumpek biasanya tidak bisa atau sulit tidur. Karena kurang tidur, pikirannya terporsir, akhirnya  ia jatuh sakit.

Orang yang keyakinannya kepada Allah kurang, tekadnya kurang serta tawakkalnya kepada Allah kurang, maka saat jatuh sedikit ia langsung stress. Misalnya orang yang sudah bekerja di birokrasi. Orang yang yakin dan tawakkalnya kurang, biasanya terus berusaha tampil prima di hadapan atasannya. Ia suka memamerkan prestasi di hadapan atasan. Mencari muka sekaligus ingin menarik hati atasannya. Nah, ketika ada pengangkatan jabatan misalnya, yang ditunjuk malah orang lain. Dia yang sudah sangat berharap pada atasan akan sumpek, galau dan stress. Seakan-akan karirnya sudah kiamat. Dia lupa bahwa di atas atasan ada atasan yang jauh lebih tinggi. Allah bisa saja merubah hati atasannya dalam waktu sedetik.

Baca Juga : RAHASIA SHALAT LAIL

Prinsip Hidup

Ikhtiar harus sewajarnya. Tidak perlu menjilat atau setor muka. Bekerjalah dengan basis kinerja. Berbasis kualitas, sesuai kompetensi dan professional. Tidak perlu mengejar-ngejar penilaian orang lain. Perkara sudah bekerja maksimal lalu ada yang memfitnah atau menjatuhkan. Tidak perlu khawatir, yang penting Allah ridho. Yang berbahaya itu kalau Allah tidak ridho. Yakinlah bahwa Allah SWT Maha Tahu. Allah Maha Melihat sepak terjang hamba-Nya. Demikian pula Rasulullah dan orang-orang mukmin akan melihat apa yang tekah diperbuatnya. Allah SWT dawuh, “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah : 105)

Kalaupun kita sampai dikeluarkan dari tempat kerja, padahal sudah bekerja maksimal dan profesional,  kita tidak usah khawatir. Allah akan memberikan jalan keluar, bahkan diganti dengan rezeki atau rahmat yang jauh lebih besar. Saat dikeluarkan misalnya, orang yang sudah terbukti amanah dan profesional, maka akan mudah diterima di tempat lain yang jauh lebih baik.

Supaya tidak gampang stress, kita harus memperkuat rasa tawakal kepada Allah. Untuk memupuk rasa tawakkal tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memperbanyak membaca kalimat atau bacaan, La haula walaa quwwata illa billah. (Tidak ada daya untuk menghindari kemudharatan dan tidak ada kekuatan  untuk  mendatangkan kebaikan kecuali atas izin Allah).

Kalimat ini perlu difahami, dihayati, dan ditanamkan dalam hati. La haula wala quwwata illa billah harus meresap dalam jiwa dan menjadi prinsip hidup. Orang yang berpegang pada prinsip la haula wala quwwata illa billah, akan terhindarkan dari banyak musibah atau bala, yang diantaranya adalah rasa susah dan gelisah.

Orang yang sudah punya keyakinan, jati diri dan karakter jelas, berarti dia sudah punya modal kuat untuk sukses. Ketika berada di puncak sukses, dia tidak lupa diri. Dia waspada jangan sampai Allah tidak ridho. Sebaliknya, ketika benar-benar terpuruk dia punya optimisme yang sangat tinggi. Dia sangat yakin dengan pertolongan Allah. (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Close