SIFAT PARA WALI ALLAH

Dalam suatu pertemua dengan para ulama di Malaysia, seorang diantara yang hadir bertanya, “Wahai Syekh, gambarkan pada kami sifat para wali Allah itu?”.

“Mereka adalah orang yang betaqwa. Jawab Syekh singkat.

Siapa orang bertaqwa itu tanyanya lagi.

Adalah mereka yang ‘tidak menginginkan maksiat dan tidak mengakui taat’ .

Sementara orang biasa seperti kita justru sebaliknya.

(Diantara yang hadir tiba-tiba ada yang menangis)

Dan kalau toh mereka jatuh dalam dosa itu karena khilaf bukan karena niat.

Bahkan bagi seorang wali, jangankan ketaatannya, jatuhnya ia ke dalam dosa itu justru malah semakin mendekatkannya pada Allah dan menaikan derajatnya melalui taubah.

Karena itu kita jangan gampang bersuudhon.

Baca Juga : CAHAYA ILAHI DI HATI WANITA PEZINA DAN PEMBUNUH

Bukankah Allah mencintai orang-orang yang taubat? (QS. Al-Baqoroh: 222)

Sementara bagi orang awam sering ketaatannya justru menjauhkannya dari Allah dan menghinakannya karena diikuti dengan riya’ dan ujub serta sombong.

(semua yang hadir serempak menggemakan istighfar berkali-kali)

Kenapa Syekh orang-orang yang istimewa seperti itu banyak diuji dan dicaci, tanya yang lain.

Ketahuilah, jawab Syekh dalam bahasa perumpamaan. Mareka itu bagai besi baja karena ditempa dalam nyala api maka jadilah ia pusaka yang berharga.

Jadi kemuliakan mereka bukan karena dipuja-puji dan dicium tangannya oleh pengikutnya, tapi justru karena kesabaran mereka dalam menghapi fitnah dan cacian. Mereka malah membalasnya dengan kebaikan laksana pohon yang lebat buahnya dilempar orang dengan batu dibalasnya dengan buah. Mereka juga bagaikan kayu gaharu jika dibakar malah menebarkan keharumannya. Fahamilah…