2 views

Sepuluh Sunnah dalam Berwudhu

0

وسننه عشرة أشيآء : التسمية، وغسل الكفين قبل إدخالهما الإناء، والمضمضة، والإستنشاق، ومسح جميع الرأس، ومسح

الأذنين ظاهرهما وباطنهما بماء جديد، وتخليل اللحية الكثة، وتخليل أصابع اليدين والرجلين، وتقديم اليمنى على اليسرى، والطهارة ثلاثا ثلاثا، والموالاة.

Sunnah wudhu ada 10 (sepuluh): membaca bismillah, membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkan ke wadah air, berkumur, menghirup air ke hidup, mengusap seluruh kepala, mengusap kedua telinga luar dalam dengan air baru, menyisir jenggot tebal dengan jari, membasuh sela-sela jari tangan dan kaki, mendahulukan bagian kanan dari kiri, menyucikan masing-masing 3 (tiga) kali, bersegera (terus menerus).

Pertama, membaca basmalah. Yang dimaksud permulaan di sini ialah ketika mutawadhi’ (orang yang wudhu) membasuh kedua telapak tangannya. Dan pada saat ini juga dia disunahkan melakukan niat sunah wudhu di dalam hatinya. Dengan demikian ada tiga kesunahan yang dikerjakan sekaligus oleh tiga anggota tubuh yang berbeda. Hatinya melakukan niat (sunnah wudhu), lisannya membaca basmalah dan kedua tangannya dibasuh. Jika tidak membaca basmalah di awal wudhu’, maka sunnah melakukannya di pertengahan pelaksanaan. Jika sudah selesai melaksanakan wudhu’ dan belum sempat membaca basmalah, maka tidak sunnah untuk membacanya. Selanjutnya, membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan sebelum berkumur. Sebagai kelanjutan basuhannya yang dilakukan bersamaan dengan membaca basmalah.

Adapun kesunnahan berkumur-kumur kesunnahannya sudah bisa didapat dengan memasukkan air ke dalam mulut, baik di putar-putar di dalamnya kemudian dimuntahkan ataupun tidak. Jika ingin mendapatkan yang paling sempurna, maka dengan cara memuntahkannya. Dan Kesunnahan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) sudah bisa didapat dengan memasukkan air ke dalam hidung, baik ditarik dengan nafasnya hingga ke janur hidung lalu menyemprotkannya ataupun tidak. Jika ingin mendapatkan yang paling sempurna, maka dia harus mennyemprotkannya. Mengupayakan pelaksanaan maksimal dalam berkumur dan menghirup air sangatlah dianjurkan kecuali bagi mereka yang sedang puasa sebab khawatir air terlanjur masuk ke dalam yang akhirnya bisa membatalkan puasa. Menjadikan satu antara pelaksanaan  berkumur dan menghirup air dengan tiga kali cidukan yang mana masing – masing dari tiga cidukan tersebut dibuat berkumur dan menghirup air, itu lebih utama dari pada memisah pelaksanaan keduanya dengan masing- masing cidukan.

Baca Juga : MENJAWAB RASA PENASARAN ANAK

Berikutnya adalah mengusap seluruh kepala. Dan seandainya tidak ingin melepas sesuatu yang berada di kepalanya yaitu surban atau semisalnya, maka dia disunnahkan menyempurnakan usapan air itu ke seluruh surbannya. Kesunnahan berwudhu lagi adalah mengusap seluruh bagian telinga. Dan yang sunnah di dalam cara mengusap keduanya adalah ia memasukkan kedua jari telunjuk ke lubang telinganya, memutar-mutar keduanya ke lipatan-lipatan telinga dan menjalankan kedua ibu jari di telinga bagian belakang, kemudian menempelkan kedua telapak tangannya yang dalam keadaan basah pada kedua telinganya guna memastikan meratanya usapan air ke telinga.

Dan menyelah-nyelahi bulu jenggotnya orang laki-laki yang tebal. Sedangkan jenggotnya laki-laki yang tipis, jenggotnya perempuan dan khuntsa (banci), maka wajib untuk disela-selai. Cara menyela-nyelai adalah seorang laki-laki memasukkan jari-jari tangannya dari arah bawah jenggot. Dan sunnah menyela-nyelai jari-jari kedua tangan dan kaki, jika air sudah bisa sampai pada bagian-bagian tersebut tanpa disela-selai. Jika air tidak bisa sampai pada bagian tersebut kecuali dengan cara disela-selai seperti jari-jari yang menempel satu sama lain, maka wajib untuk disela-selai. Jika jari-jari yang menempel itu sulit untuk disela-selai karena terlalu melekat, maka haram di sobek karena tujuan untuk diselah-selahi. Cara menyelah-nyelahi kedua tangan adalah dengan tasybik (ngapurancang). Dan cara menyelah-nyelahi kedua kaki adalah dengan menggunakan jari kelingking tangan kanan di masukkan dari arah bawah kaki, di mulai dari selah-selah jari kelingking kaki kanan dan di akhiri dengan jari kelingking kaki kiri.

Dan sunnah mendahulukan bagian kanan dari kedua tangan dan kaki sebelum bagian kiri dari keduanya. Sedangkan untuk dua anggota yang mudah dibasuh secara bersamaan seperti kedua pipi, maka tidak disunnahkan untuk mendahulukan bagian yang kanan dari keduanya, akan tetapi keduanya di sucikan secara bersamaan. Sunnah wudhlu berikutnya adalah mengulangi tiga kali dan muwalah (terus menerus). Dan masih banyak kesunahan-kesunahan wudhu yang lain. Misalnya menghadap qiblat, tidak berlebih-lebihan dalam pemakaian air, membaca doa setelah wudhu, mengeringkan dengan handuk dan sebagainya.

(Rujukan: Tadzhib, Fatqul Qorib dan Al-Iqna’ Juz 1)

Comments are closed.