Segera Bertobat Sebelum Datang Kiamat
Segera Bertobat Sebelum Datang Kiamat
Segera Bertobat Sebelum Datang Kiamat

Sholeh Bahrudin, Pengasul PP. Darut Taqwa, Ngalah.

Mengenai kapan terjadinya hari kiamat secara pasti tidak ada yan mengetahui, kecuali Allah SWT. Hal ini berdasarkan kabar dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 63 juz 22, yang mana Allah SWT berfirman : ”Manusaia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: ”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan Tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”(QS. Al-Ahzab ayat 63 juz 22)

Demikian pula dengan Firman Allah dalam ayat yang lain, yang artinya, “Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat; bilakah terjadinya. Katakanlah, ”Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba’. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakan-lah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Rabb, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 187).

Meskipun tiada satupun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, selain Allah semata, namun Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan keterangan  dalam sabdanya bahwa : ”Kiamat tidak akan terjadi selagi di muka bumi masih terdapat orang yang berdzikir kepada Allah dengan mengucapakan lafadz Allah, Allah dari lisan maupun Ingat hatinya akan Allah” (Begitulah  sebuah keterangan adalam kitab Al-Ma’arif Al Muhammadiyah hal 18 dan Kitab Tanwirul Quluub hal 51)

Baca Juga :

Waktu Pilihan Membaca Al-Qur’an

Oleh karena itu, kita tidak usah terlalu histeris membayangkan kiamat segera terjadi karena yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat itu hanya Tuhan Ynag Maha Esa. Namun, kita sebagai manusia hendaklah tetap waspada dengan selau berbenah diri atas segala tingkah laku buruk kita, membenahi sifat-sifat tercela dan menggantikannya dengan sifat-sifat terpuji, berbuat baik untuk diri sendiri , berbuat baik kepada sesama manusia, juga berbuat dan memberikan yang terbaik untuk alam semesta raya, karena rusaknya alam semesta raya ini adalah akibat ulah atau perbuatan kita sendiri yang tidak mau menyayangi, melindungi dan melestarikan anugerah alam  dengan segala keindahannya yang terhampar luas di muka bumi ini.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum ayat 41 : ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut  disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka  sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Dari keterangan Al-Qur’an surah ar-Ruum ayat 41 di atas telah jelas bahwa semua kejadian bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran, pemanasan global dan lain sebagainya ini adalah semata-mata diakibatkan oleh ulah mnausia sendiri yang berindak seenaknya sendiri  terhadap alam. Di samping itu sudah mengetahui kalau banyak bencana, namun manusianya ribut sendiri, bertengkar dengan sesama manusia  hingga berlarut-larut.

Maka dari itu, marilah kita semua segera bertaubat, berbenah diri dari kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, jangan sampai kita menyalahgunakan dan mengingkari nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Ingatlah peringatan Allah yang  sudah disampaikan dalam Al-Qur’an: ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ”Sesungguhnya jika kamu  bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika mengingkari (nikmat-Ku), Maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Dari keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa kita ini sebagai manusia banyak yang kurang pandai bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan limpahan nikmat-Nya kepada kita semua, akibatnya azab Tuhan kerap kali diberikan kepada manusia yang mengingkari nikmat-nikmat-Nya.