Sedekah Selamatkan dari Musibah

0

Habib Umar bin Hafidz, Hadromaut

Jika kita ingin menolak bala’, tolaklah bala’ dengan sedekah. Sungguh sesuap sedekah itu menolak bala dan musibah. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah kalian bersedekah di pagi hari sebab bala apabila mau datang tidak dapat melompati dan mendahului sedekah itu”. Disebutkan oleh Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf bahwa di antara orang-orang baik, kaum shalihin yang ada di kota Seiwun mereka sudah menyiapkan sedekah mereka dari malam, ketika masuk Subuh, mereka berpesan kepada anggota keluarganya agar sedekahnya untuk disiapkan dan begitu adzan Subuh, maka dikeluarkanlah sedekah tersebut. Mereka sholat subuh di masjid hingga kemudian kembali sehabis shalat Dhuha ke rumahnya.

Ada sebuah kisah tentang orang sholeh. Suatu kali dirinya mendapat kabar dari seseorang yang disuruh keluarganya bahwa  anaknya terjatuh dan tulangnya patah. Maka dia bilang kepada orang yang dikirim tersebut, “Bilang sama keluarga saya, coba dicek jangan-jangan sedekah yang tadi Subuh belum dikeluarkan. Kalau sudah dikeluarkan nggak mungkin bala’ musibah akan datang”. Maka keluarganya berkata, “Iya betul kita lupa daripada sedekah yang harus dikeluarkan itu”. Maka orang sholeh tersebut berkata, ”Sekarang segera keluarkan sedekah tersebut nanti sehabis shalat Dhuha kita lihat untuk kesembuhan anak  tersebut bagaimana”. Maka datang kelembutan dari Allah Ta’ala dan anak tersebut pun menjadi sehat lagi.

Diriwayatkan tentang seorang wanita dari kaum Bani Israel. Tatkala dia hampir memakan suapan terakhir makanannya,  tiba-tiba ada seorang yang meminta makanannya tersebut, maka dia berikan makanannya kepada fakir miskin yang meminta itu. Beberapa hari setelah kejadian itu datang seekor serigala menerobos ke dalam rumahnya dan membawa anak bayinya ke hutan. Wanita itu menjerit mengejar serigala itu berkata, “Anakku..anakku!”. Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan serigala tersebut dan mengeluarkan anak wanita itu dari  mulut serigala tadi, kemudian anak tersebut diusap sehingga gigitan serigala tadi tidak berbekas dan  tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Anak itu kemudian diberikan kepada si ibu. Wanita tersebut kemudian bersyukur kepada Allah dan bertanya, “Siapa gerangan engkau yang telah menyelamatkan anakku?” Jawabnya, “Aku adalah seorang Malaikat dimana sebelumnya aku berada di langit ke empat. Ketika serigala menyerang anakmu maka Allah Ta’ala berkata kepadaku, ”Segera turun dan ambil anak tersebut dari mulut serigala itu dengan izin-Ku dan juga usap hingga sembuh dengan izin-Ku dan katakan kepada si ibu bahwasanya suapan dibalas dengan suapan”. Engkau sudah memberikan suapan sedekah kepada seorang miskin, nah ini sekarang kami kembalikan suapan serigala yang akan memakan anakmu kami kembalikan kepada engkau”.

Selain itu jagalah mata kita hingga mata tersebut kalau terjaga dapat melihat wajah Nabi Muhammad. Jangan gunakan mata kita untuk melihat aib dan aurat orang lain atau untuk melihat gambar-gambar yang diharamkan. Allah  mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh mata  dan hal-hal yang disembunyikan oleh hati. Pandanglah kepada wajah kaum mukminin dengan pandangan rahmat dan kasih sayang.

Allah Ta’ala menciptakan wajah-wajah di muka bumi ini dari makhluk-makhluk Nya. Allah Ta’ala jadikan dari wajah-wajah mereka yang menatap wajah-wajah tersebut dia meraih keberuntungan dari Allah, keberuntungan yang tidak mengenal kerugian lagi setelahnya selamanya. Nabi Muhammad telah menceritakan makna ini kepada kita. Disebutkan oleh Rasulullah bahwasanya ketika seseorang melakukan pertempuran peperangan berjihad di jalan Allah, namun kemenangan tak kunjung datang. Mereka kemudian mencari solusi bagi kemenangan  dengan mencari Ridho-Nya Allah untuk mereka menang dan mendapatkan kemenangan. Maka solusi yang mereka cari untuk kemenangan mereka umumkan di kalangan pasukan, “Apakah ada di antara kalian yang pernah melihat Rasulullah? Adakah diantara kalian sahabat Rasulullah yang masih hidup dan tersisa di dalam pasukan ini?”. Tatkala diketahui bahwasanya mereka masih tersisa beberapa orang, maka mereka dimajukan, mereka dihormati dan dimuliakan. Maka dengan berkat mereka, Allah Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. (Media Ummat)

Comments are closed.