Pendidikan

Saat Kehidupan Dipenuhi Kebaikan

Saat Kehidupan Dipenuhi Kebaikan
Saat Kehidupan Dipenuhi Kebaikan,  source : sahabatyatim.org

Ustadz Salim Nur, Pengasuh PP. Ibadurahman, Sukun Malang

Kita telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk selalu berbuat baik. Disebutkan dalam firman-Nya: Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk berbuat adil dan (berbuat) baik. Demikain pula, kekasih Allah dan kekasihkita, baginda Nabi besar Muhammad SAW telah mengingatkan kita dalam sabdanya tentang kewajiban berbuat baik. Beliau bersabda, Inallaaha katabal ihsaana fi kulli syaiin. Sesunguhnya Alah menetapkan (mewajibkan) ihsan (berbuat baik) dalam setiap apapun.

Orang yang senantiasa berbuat baik dijamin kehidupanyang baik, yang barokah lahir dan batin, dunia dan akhiratnya. Demikian janji Allah dalam surat An-Nahl.

Berbuat yang diperintahkan itu meliputi beberapa sisi.

Pertama, Al-Ihsan Ilan nafs, Berbuat Baik Kepada Diri Sendiri.

Baca Juga:

Banyak Bencana, Perbanyak Do’a

Setiap manusia mukmin diperintahkan untuk senantiasa berbuat baik kepada dirinya sendiri. Berbuat baik pada diri sendiri berarti memberikan “jaminan” kebahagiaan dirinya di akhirat nanti. Berbuat baik pada diri sendiri dilakukan dengan cara bertaqwa kepada Allah. Diri kita kita arahkan kepada kebaikan-kebaikan. Kita perbanyak ibadah kepada Allah, kita perbanyak dzikir dan munajat  di hadapan Allah, kita perbanyak sholawat dan salam kepada panutan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Jangan kita dzolimi diri kita dengan aneka maksiat dan kedurhakaan di hadapan Alah SWT.

Kedua, Al-Ihsan Ilal ahli wal Aulaad, Berbuat Baik Kepada Istri, Anak dan Keluarga.

Setiap mansuia yang telah dianugerahi keluarga, istri dan anak mereka harus berbuat baik kepada mereka. Berbuat baik kepada keluarga dengan memenuhi hak-hak mereka, mengajak dan menuntun mereka kepada jalan dan syari’at Allah serta mengenalkan dan menuntun mereka kepada ajaran dan adab baginda Rasulullah SAW. Jadikan akhlak dan adab mereka seperti adab junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Jangan biarkan mereka tidak mengenal Allah dan Rasul-Nya. Jangan biarkan mereka hidup tanpa mengenal agama dan syari’at Islam. Jangan biarkan mereka  hidup dalam maksiat kepada Allah. Aangkah bahagianya orang tua yang memiliki putra sholeh dan sholehah. Di dunia saja mereka sudah merasakan bahagia, lebih-lebih lagi di akhirat. Anak-anak mereka menjadi anak yang taat dan sholeh yang mau mendo’akan orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

Ketiga, Al-Ihsan Ilan Naasi, berbuat baik kepada manusia secara umum.

Manusia harus selalu menebarkan kebaikan kepada sesamanya. Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sabdanya, bahwa orang banyak masuk surga bukan hanya karena banyaknya sholat, puasa, zakat dan ibadah mereka, tetapi mereka masuk surga karena, bersihnya hati mereka (dari penyakit-penyakit hati), luasnya jiwa mereka serta kepedulian mereka kepada sesamanya.

Keempat, Al-Isan ilal Ardhi Was Samaa’, Berbuat Baik Kepada Bumi dan Langit.

Kita juga diperintahkan untuk berbuat baik kepada bumi yang kita injak dan langit yang menaungi kita. Berbuat baik kepada bumi dan langit selain tidak merusaknya secara fisik, juga dengan cara memperbanyak  ibadah, memperbanyak sujud dan munajat sehinga bumi ini merasa senang karena dia digunakan untuk bersujud bukan untuk maksiat.  Bukankah Allah telah menegaskan, bahwa jika manusia (penduduk negeri)   bertaqwa, maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan dari bumi. Jangan sampai keberkahan itu dicabut dari bumi dan langit  gara-gara ulah kita yang durhaka kepada Allah SWT.

Tags
Show More
Close