Kajian IslamiTauhid

Rahasia Shalat Lail

Terbukanya Pintu Kerinduan Kepada Allah

Obat hati yang ketiga adalah melakukan shalat malam. Kenapa shalat malam menjadi obat bagi hati.  Karena bangun malam bisa menolak upaya-upaya syetan yang ingin menguasai diri kita. Orang yang bisa bangun malam, berarti dia bisa mengalahkan syetan. Dan shalat malam juga bisa mencegah dari perbuatan dosa. Karena sholat secara umum saja memang bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar, lebih-lebih shalat malam.

Shalat malam juga bisa menolak berbagai penyakit.  Orang yang istiqomah shalat malam akan terhindar dari berbagai penyakit dalam tubuhnya. Ia lebih sehat secara lahir dan  batin.

Keempat murdiyurrobbi akan mendatangkan keridhoan Allah, karena dia hanya berduaan dengan Allah tidak ada yang melihat. Ibaratnya seperti pertemuan empat mata.

Selanjutnya shalat malam juga merupakan kebiasaan orang-orang yang shaleh da’bus shalihin. Kalu kita ingin tercatat sebagai orang yang shaleh, maka harus membiasakan shalat malam.  Kalau orang ngaku shaleh tapi tidak mau shalat subuh malam ya pengakuan yang bohong, ia tidak termasuk kaum yang shaleh.

Baca Juga : PENUHI SYARAT ORANG YANG BERTAQWA

Ibadah Malam

Adapun yang dibangun bangun malam adalah bangun malam untuk fi’lul ibadah, melalukan ibadah. Baik dengan mendirikan shalat, berdzikir, bertafakur maupun membaca al-Qur’an.  Imam As-Showi dalam tafsirnya tentang ayat,  “Ya ayyuhal muzzammil qumillaila”. Ayat ini menurut Imam As-Showi adalah perintah bangun malam untuk shalat dan ibadah.

Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad, salah seorang waliyullah agung, dalam salah satu kitabnya yang masyhur, An-Nashoih Addiniyyah (nasihat-nasihat keagamaan), beliau mengatakan,  ketahuilah bahwa bangun malam itu termasuk sesuatu yang paling berat bagi nafsu manusia.  Pada saat enak-enaknya menikmati tidur, lalu dibangunkan tentu terasa berat. Mata masih terasa ngantuk, badan sudah terlanjur enak berbaring. Jadi yang merasa berat itu adalah nafsu manusia. Namun kalau sudah terbiasa, maka nafsunya akan kalah, manusia akan merasa ringan untuk bangun malam.

Kita harus menundukkan hawa nafsu kita agar mudah diajak berbuat kebaikan lebih-lebih untuk shalat malam.  Ibarat kuda kalau sudah bisa dikendalikan apalagi sudah terlatih maka akan berjalan sesuai keinginan yang mengendarai.

Bangun malam bisa menjadi enteng dengan cara dibiasakan dan diistiqomahkan, setiap malam. Dan tentu kita harus ikhtiar, sebelum tidur kita bersuci, kemudian membaca surat-surat tertentu, ayat Kursi, al Ikhlas, al Falaq  dan an-Nas serta berdo’a memohon kepada Allah agar dibangunkan pada malam hari sebelum shubuh untuk shalat malam.

Kita juga harus bersabar menghadapi beratnya godaan untuk bisa bangun malam. Meski awalnya terasa berat, kita harus upayakan dengan kesabaran dan upaya keras atau mujahadah. Insyaallah lama kelamaan akan terasa ringan.

Kalau bangun malam sudah terasa ringan,  maka akan terbuka pintu-pintu kerinduan kepada Allah SWT. Kalau sudah rindu kepada Allah maka akan merasakan manisnya bermunajat dan dekat dengan Allah. Sungguh sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan.

Para ulama sufi mengatakan, “Malam tidak ada nikmatnya kecuali dengan munajat, dan siang hari tidak ada kebahagiaan kecuali untuk ketaatan. Dunia tidak ada nikmatnya kecuali untuk berdzikir kepada Allah. Akhirat tidak nikmat kecuali dengan ampunan-Mu dan surga tidak akan terasa nikmat kecuali dengan memandang wajah-Mu”.

Orang yang sudah bisa merasakan nikmatnya shalat malam maka dia akan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan melebihi kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang bersenang-senang dengan dunia. Bahkan, ada seorang waliyulah mengatakan, bahwa seandainya tidak ada shalat malam, maka aku tidak akan kerasan di dunia ini. Subhanallah. (*)

Tags
Show More

Related Articles

Close