Rahasia Do’a Bersama

اسْتَكْثِرْ مِنَ النَّاسِ مِنْ دُعَاءِ الْخَيْرِ لَكَ، فَإِنَّ الْعَبْدَ لا يَدْرِي عَلَى لِسَانِ مَنْ يُسْتَجَابُ لَهُ أَوْ يُرْحَمُ

Artinya, “Perbanyaklah minta do’a kebaikan untukmu dari manusia ‘orang lain’, karena seorang hamba tidak mengetahui ‘lewat lisan siapa do’a kebaikan itu dikabulkan untuknya atau lewat lisan siapa dia diberi kasih sayang Allah”. (HR. Al-Khotib)

Libatkanlah banyak orang untuk mendoakan kebaikanmu. Berdo’a sendiri boleh, tapi lebih baik kalau kita berdo’a bersama orang banyak. Seperti tradisi masyarakat jawa mengundang para tetangga. Acara seperti ini dalam masyarakat dikenal dengan istilah, “hajatan, kenduren dan sebagainya”. Tradisi seperti itu berangkat dari hadits Nabi SAW, yakni libatkanlah banyak orang untuk mendoakan kebaikanmu. Kenapa dalam berdoa kita perlu mengajak orang banyak?

Pertama, sebab kita tidak mengetahui melalui lisan siapa do’a kita dikabulkan oleh Allah SWT, atau dirahmati-Nya. Kalau kita berdo’a sendiri dan tidak terkabul maka selesai. Berbeda kalau kita berdo’a dengan orang banyak. Misalnya do’a si fulan tidak dikabulkan, masih ada fulan yang lain dan seterusnya. Saat fulan yang lain do’anya dikabulkan menjadi sababiyah dalam satu majlis dikabulkan semua. Ini merupakan hikmah dan rahasia (sirri) berdo’a bersama.

Kedua, kita mengetahui bahwa masing-masing orang itu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Ada orang yang rajin mengerjakan shalat, tapi hatinya kurang bersih. Ada orang yang hatinya bersih, tapi shalatnya kurang sempurna. Ada juga orang yang rajin shalat, hatinya bersih tapi sedekahnya kurang. Ada orang yang hatinya bersih, rajin shalat, rajin sedekah tapi kurang fasih dan sebagainya. Kalau kita berkumpul dengan orang banyak maka kekurangan masing-masing itu disempurnakan oleh kelebihan orang lain. Sehingga pada akhirnya mereka semua layak untuk dikabulkan do’anya. Kalau dikabulkan sebab rajin shalatnya ada di antara jama’ah yang rajin shalat. Kalau dikabulkan sebab rajin sedekahnya ada di antara jama’ah yang rajin sedekah. Kalau dikabulkan sebab beningnya hati ada di antara jama’ah yang hatinya bersih. Kalau dikabulkan sebab nilai kebersamaannya maka berkumpulnya mereka dalam satu majlis itu juga menjadi sababiyyah do’a itu dikabulkan. Maka tradisi kita itu merujuk pada hadits ini, tetaplah mengajak dan melibatkan orang lain dalam berdo’a.

Baca Juga : MENCIUM TANGAN BAGINDA NABI

Ketiga, kalau kita berdo’a bersama tentu hajat sekian banyak orang itu berkumpul menjadi satu. Seribu orang berkumpul dan permintan mereka sama, tidak ada yang kontradiktif. Berbeda kalau kita berdo’a sendiri-sendiri tentu do’a fulan ini dan fulan yang lain berbeda. Berikut misalnya fulan sebagai petani akan berdo’a, “ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami”, dan fulan bekerja sebagai penjual krupuk berdo’a, “ya Allah, jangan turunkan hujan kepada kami” dan seterusnya. Sehingga kedua fulan itu tidak dikabulkan semua. Berbeda kalau kita berdo’a bersama tentu berdoa dengan satu permintaan.

Keempat, kami yakin saat berkumpul bersama, berdo’a bersama pasti di sana ada kekasih Allah. Sehingga semakin banyak jama’ah yang berkumpul semakin bertambah pula peluang hadirnya para kekasih Allah. Oleh karena itu do’a bersama, berkumpul dengan orang banyak itu tetap dianjurkan. Di samping itu semua, tentu ada nilai silaturahimnya, ada nilai dakwahnya, ada nilai ta’limnya, dan ada nilai syiarnya. Dan itu semua masing-masing mempunyai pahala yang sangat besar. pahala silaturrahim Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim” (HR.Bukhari). Terkait dengan syiar telah dijelaskan di dalam al-Qur’an, “Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS. al Haj: 32). Dengan adanya ta’lim kita bisa saling menasihati tentang kebenaran. Allah SWT berfirman, “Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr 3).

Kelima, kalau kita sering berkumpul dengan orang banyak, tentu nantinya saat kita meninggal dunia banyak orang yang mendo’akan kita. Kalau kita sakit banyak orang menjenguk kita. Kalau kita membutuhkan bantuan banyak orang yang akan mengulurkan tangan kepada kita. Demikianlah nilai tambahan sering berkumpul dengan orang banyak.

Keenam, dengan sering berkumpul dengan orang banyak kita akan mengetahui ternyata ada orang yang lebih pandai dari kita, ada orang yang lebih berilmu (ngalim) dari kita, ada orang yang lebih kaya dari kita, ada orang yang lebih tampan dengan kita, ada orang yang nasabnya lebih tinggi daripada kita dan seterusnya. Dan itu semua akan mengikis, mengurangi potensi kesombongan kita. (Media Ummat)