Pintu-Pintu Syafaat Di Hari Kiamat

Peristiwa setelah hari kiamat dalam hadis diistilahkan dengan ‘haul al-mauqif’ atau peristiwa besar yang sangat memberatkan dan mencengangkan karena pada saat itu semua makhluk tak lagi menghiraukan siapapun kecuali dirinya sendiri. Sebagaimana firman Allah yang artinya: “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya” (QS. Abasa: 34-37).

Saat itulah seluruh makhluk membutuhkan syafaat, pertolongan, yang hanya diizinkan oleh Allah pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw (syafa’at al-‘udzmaa).

Pada saat itu semua manusia akan kebingungan mereka tak akan mengenali ibu bapak mereka. Seorang anak tidak akan bisa memberikan pertolongan kepada bapak ibunya begitupun sebaliknya. Satu-satunya mahluk yang bisa memberi syafaat adalah  nabi Muhammad SAW.

Baca Juga : HATI BERCAHAYA SAMPAI KIAMAT

Kiat-kiat Meraih Syafaat

– Iman Secara Ikhlas

Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang paling beruntung dengan syafaat saya di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan La ilaaha illa Allah, secara ikhlas dari hatinya” (HR. al-Bukhari)

– Membaca al-Quran

Rasulullah Saw bersabda: “Bacalah al-Quran, sebab al-Quran akan datang kepadanya sebagai pemberi pertolongan ( syafaat )” (HR Muslim)

– Menjawab Adzan dan Berdoa

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa berdoa setelah mendengar adzan: “Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan didirikan. Berikanlah kepada Muhammad kedudukan ‘wasilah’ dan keutamaan dan tempatkan ia di tempat terpuji”, maka ia akan mendapat syafaatku” (HR al-Bukhari)

– Shalat Janazah

Rasulullah bersabda: “Tidak ada orang yang meninggal  yang disalati oleh segolongan muslimin yang mencapai 100 orang, kesemuanya memberi syafaat kepadanya, kecuali mereka akan mendapatkan syafaat” (HR Muslim)

– Memperbanyak Salawat

Rasulullah Saw bersabda: “Inna aula an-naasi bii yauma al-qiyaamati aktsaruhum alayya shalatan”. artinya: “Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan (syafaat atau kedudukan) saya, adalah yang paling banyak salawatnya kepada saya” (HR Turmudzi dan Ibnu Hibban, sanadnya hasan)
Ibnu Qayyim al-Jauzi meriwayatkan sebuah atsar bahwa Abdullah bin Mas’ud memerintahkan Wahab bin Zaid untuk membaca salawat di hari Jumat sebanyak 1000 kali (Jala’ al-Afham).