KisahSirah Nabawi

Pertolongan Gaib di Perang Uhud

Sa’d bin Abi Waqqash dan Thalhah bin Ubaidillah memang dikenal sebagai para pemanah ulung di Jazirah Arab. Mereka terus  melepaskan anak panah, sehingga bisa menghalau orang-orang Musyrik agar menjauh dari Rasulullah SAW. Beliau SAW membantu mengeluarkan anak panah dari tabungnya lalu diserahkan kepada Sa’d bin Abi Waqqash, seraya bersabda, “Panahlah terus demi ayah dan ibukku sebagai tebusanmu.”

Sedangkan tentang Thalhah bin Ubaidillah, An-Nasa’i telah meriwayatkan dari Jabir tentang kisah orang-orang Musyrik yang mengepung Rasulullah SAW yang hanya disertai beberapa orang Anshar. Jabir menuturkan, “Lalu orang-orang Musyrik tahu posisi Rasulullah SAW karena itu beliau bersabda, bagian siapakah orang-orang itu?”, “Bagianku,” jawab Thalhah.

Kemudian Jabir menuturkan sepak terjang orang-orang Anshar dan bagaimana mereka mati satu demi satu seperti yang diriwayatkan Muslim di atas. Setelah semua Anshar terbunuh, Thalhah maju dan bertempur menghadapi sebelas orang hingga jari-jari tangannya terputus. Dia bekata, “rasakan kamu!”. Rasulullah SAW menyahut, “Andaikan engkau berucap bismillah, tentu para malaikat akan mengangkat dirimu dan orang-orang bisa melihatmu.” Kemudia Allah SWT membuat orang-orang Musyrik itu mundur.

Disebutkan dalam riwayat Al-Hakim, bahwa dia mendapat tiga puluh sembilan atau tiga puluh lima luka pada perang Uhud dan jari-jari tangannya putus. Al-Bukhari meriwayatkan dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, “Kulihat jari-jari tangan Thalhah terpotong, karena melindungi Nabi Muhammad SAW pada perang uhud.”

At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa saat itu Nabi Muhammad SAW bersabda tentang diri Thalhah, “Barang siapa ingin melihat orang mati syahid yang berjalan di muka bumi, maka hendaklah dia melihat Thalhah bin Ubaidillah.” Abu Daud Ath-Thayasili meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Jika Abu Bakar mengingat perang Uhud, maka dia berkata, hari itu semuanya milik Thalhah. Dia juga berkata, wahai Thalhah bin Ubaidillah, sudah selayaknya jika engkau mendapat surga dan duduk di atas kristal-kristal mutiara yang indah.”

Pada saat yang kritis itu Allah SWT menurunkan pertolongan secara ghaib. Di dalam Ash-Shahihain dari Sa’d, dia berkata, “Kulihat Rasulullah SAW pada saat perang Uhud bersama dua orang yang bertempur dengan gigih, mengenakan pakaian berwarna putih. Dua orang itu tidak pernah aku lihat sebelum maupun sesudah itu.” Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa dua orang itu adalah malaikat Jibril dan Mikail.

Baca Juga : SEHARI PELUK ANAKMU EMPAT KALI

Berkumpul di Sekitar Rasulullah

Semua peristiwa ini berjalan dengan cepat. Jika tidak, orang-orang Muslim pilihan yang bertempur di front terdepan saat berlangsungnya pertempuran, hampir tidak tahu-menahu perkembangan situasi demi situasi. Saat terdengar suara Rasulullah SAW, mereka segera menghampiri beliau, agar tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan menimpa beliau. Namun saat mereka tiba, beliau sudah mendapatkan luka-luka tersebut.  Enam orang Anshar sudah terbunuh, orang yang ketujuh sudah tidak mampu berbuat apa-apa karena banyaknya luka dan Sa’d serta Thalhah bertempur mati-matian. Setelah tiba, mereka berdiri di sekitar beliau menjadikan badan dan senjata mereka sebagai pagar. Dengan begitu mereka bisa melindungi beliau dari serbuan musuh dan bahkan bisa membalas serangan mereka. Orang yang pertama kali tiba di dekat beliau adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam shahihnya, dari Aisyah, dia berkata, “Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, pada waktu perang Uhud semua orang hendak menghampiri Rasulullah SAW. Aku adalah orang yang pertama kali menghampiri beliau. Kulihat di hadapan beliau ada seseorang yang bertempur menjaga dan melindungi beliau. Aku berkata, panahlah terus wahai Thalhah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu. Aku tidak begitu bisa melihat sosok Abu Ubaidah, karena dia bertempur seperti seekor burung, hingga akhirnya aku bisa mendekatinya. Lalu kami bersama-sama mendekati Nabi Muhammad SAW, yang ternyata saat itu Thalhah sudah tersungkur di tanah di hadapan beliau. Beliau bersabda, biarkan saja saudaramu, toh dia sudah berada di surga. Saat itu beliau terkena lemparan anak panah pada bagian tulang pipinya hingga melepaskan dua keping lingkaran topi besinya yang ada di bagian itu. Aku mendekati beliau untuk melepas dua keping rantai topi besi di kepala beliau. Abu Ubaidah berkata, demi Allah, aku memohon kepadamu wahai Abu Bakar, biarlah kutangani sendiri.”

Abu Bakar menuturkan berikutnya, Abu Ubaidah menggigit kepingan rantai topi besi dengan giginya karena khawatir akan menyakiti Rasulullah SAW, lalu melepasnya, hingga gigi serinya Abu Ubaidah menjadi goyah. Kemudian aku hendak mencopot potongan yang satunya lagi. Namun Abu Ubaidah berkata, “Demi Allah, aku mohon kepadamu wahai Abu Bakar, biarlah kutangani sendiri!”

Maka Abu Ubaidah berbuat seperti yang pertama hingga dapat melepas potongan yang kedua, akibatnya gigi serinya yang lain ikut goyah. Lalu kami menghampiri Thalhah untuk mengurusinya. Ternyata dia mendapat luka lebih dari sepuluh luka.

Tak seberapa lama setelah melewati saat-saat yang sangat kritis ini, ada beberapa sahabat yang sudah berhimpun di sekitar beliau, seperti Abu Dujanah, Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Sahl bin Hanif, Malik bin Sinan, ayah Abu Sa’id Al-Khudri, Ummu Ammarah Nasibah binti Ka’b Al-Maziniyyah, Qatadah bin An-Nu’man, Umar bin Al-Khaththab, Hathib bin Abu Balta’ah, dan Abu Thalhah.  (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close