Penuhi Syarat Orang yang Bertaqwa

0
KH. Abdurrahman Qomari
Pengasuh PP.  Darul Falah, Blimbing

Kita diperintahkan menjadi orang yang bertaqwa. Karena orang yang bertaqwalah yang akan mendapatkan balasan kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Gusti Allah SWT dawuh, Wal ‘aaqibatu lilmuttaqin. Artinya: “Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Qoshosh:  83)

Gusti Allah memuliakan orang yang bertaqwa.  Dan,  mereka adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT. Menjadi orang yang bertaqwa tidak gampang.  Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut erat kaitannya dengan cara kita menjaga panca indra dan anggota tubuh kita. Berikut penjelasannya:

Pertama, An yakhofa fi amri lisaanihi. Hendaknya berhati-hati dalam menjaga lisan. Banyak pintu dosa yang muncul dari lisan. Kanjeng Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan agar berkata yang baik, atau lebih baik diam.

Kedua,  An yakhofa fi amri batnihi ‘anil harom, ia selalu khawatir dengan perutnya, jangan sampai kemasukan makanan yang haram.

Baca Juga : MEMANUSIAKAN MANUSIA

Ketiga, An yakhofa fi amri ainihi, ia selalu khawatir dengan kedua matanya. Oleh karenanya orang yang bertaqwa selalu menjaga kedua matanya agar tidak melihat yang diharamkan Allah.  Hati-hati jangan sampai mata tidak boleh melihat sesuatu yang haram. Juga tidak melihat dunia dengan pandangan cinta.  Sebab dunia adalah hina.

Keempat,  an yakhofa fi amrri yadihi, berhati-hati dengan kedua tangan. Jangan sampai tangan kita digunakan untuk melakukan perbuatan yang haram, menyakiti orang lain dan tidak diridhoi Allah SWT.

KelimaAn yakhofa fi amri rijlihi.  Menjaga kaki agar tidak sampai melangkah menuju tempat-tempat maksiat, atau melakukan sesuatu yang dibenci Allah SWT.

Keenam, An yakhofa fi amri qalbihi. Hati-hati jangan sampai hati kita punya kerentek buruk.  Jadi, hati harus dibersihkan dari berbagai penyakit atau kotoran hati, semisal hasud atau iri dengki, sombong atau pamer.

Ketujuh, An yakuna khoifan fi amri thoatihi. Hendaknya kita berhati-hati dengan amal kita, jangan-jangan amal kita tidak diterima, karena amal harus ikhlas karena Allah. Innallaha laa yanzhur  ila shuwarikum walaa ajsaamikum walakin yanzhuru i la quluubikum wa a’malikum. Artinya: (Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa kalian dan (bukan pula) tubuh kalian. Tetapi Allah memandang hati dan amal kalian).

Kedelapan, An yakhofa fi amri sam’ihi,  falaa yasma’u illa bilhaqqi. Hendaknya berhati-hati dengan telinganya, jangan sampai mendengarkan sesuatu kecuali yang baik.  (mu/frz)

Comments are closed.