Pendengaran Orang Kafir Dicabut di Neraka

0

Saat awal dimasukan ke neraka. Kondisi mereka di neraka terbagi dua bagian. Pertama saat permulaan di neraka. Orang-orang kafir digiring dari tepat hisab menuju jurang nereka dalam keadaan tuli, buta dan bisu, sebagai bentuk penghinaan terhadap mereka dan agar mereka berbeda dengan orang-orang yang beriman. Sesampainya di jurang neraka, anggota tubuh dan indera orang-orang kafir dikembalikan lagi oleh Allah SWT supaya mereka menyaksikan dan merasakan dahsyatnya api neraka dan aneka siksaan yang telah Allah SWT siapkan untuk mereka. Maka merekapun berada di dalam neraka dalam keadaan bisa mendengar, melihat dan bisa berbicara.

Allah SWT berfirman, “Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.” (QS. As-Syura: 45)

Allah SWT juga berfirman tentang kondisi orang-orang kafir di neraka yang saling menyalahkan,

“…Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan), yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.  (QS. Al-A’raf: 38)

Baca Juga : KAJIAN MUSLIMAH

Orang-orang kafir berkata kepada para penduduk surga dan minta diberi minuman atau makanan, “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (QS. Al-A’raf: 38-39).

Kedua, saat sudah berada di neraka. Orang-orang kafir terus berteriak minta dikeluarkan, namun teriakan mereka malah dijawab dengan bentakan yang sangat keras. Allah SWT berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (QS. Al-Mukminun:108)

Setelah orang-orang mukmin tidak ada lagi yang disiksa di neraka, maka ada seruan. “Wahai penduduk surga kekallah kalian (di surga) dan tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka kekallah kalian (di neraka) dan tidak ada lagi kematian.

Setelah itu pendengaran orang-orang kafir dicabut lagi oleh Allah. Allah SWT berfirman, “Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.” (QS. Al-Anbiya: 100).

Hikmahnya kenapa pendengara mereka dicabut oleh Allah, karena waktu di dunia, mereka mendengar seruan Allah, dakwah Rasul Allah, namun mereka tidak mau mengikuti seruan Allah SWT seakan-akan mereka tidak mendengar.  (Wallahu a’lam)

Comments are closed.