Pahala dan Siksa  Bagi  Kalangan Jin

0

Sesungguhnya Allah mengabarkan kepada manusia bahwa amal perbuatan mereka itu akan dibalas dan dihisab. Allah juga mengabarkan bahwa Dia akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia. Sesungguhnya Allah mengabarkan bahwa jin dan manusia itu akan ditanya tentang apa yang dikatakan kepada mereka. Firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 130, “Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri’.”

Itu tadi merupakan salah satu contoh pertanyaan Allah kepada makhluk bernama jin. Jadi, mereka termasuk yang terkena khitab (ketetapan hukum) Allah. Pemakaian kalimat minkum atau diantara kalian dalam beberapa ayat Al-Qur’an itu secara ekplisit mencakup manusia sekaligus jin. Mengingat kedua jenis makhluk ini mempunyai banyak kesamaan, terutama dalam masalah pahala dan siksa, maka khitab mereka dijadikan satu.  Sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz-Dzariat ayat 56, “Dan Aku tidak menjadikan jin dan manusia kecuali supaya mereka mau menyembah-Ku.”

Masalah pahala dan siksa itu erat kaitannya dengan pengabdian atau penyembahan. Hanya saja jin itu diciptakan dari nyala api, sementara kita manusia diciptakan dari tanah. Jadi, asal ciptaan kita dengan mereka berbeda. Sama seperti kita, mereka ada yang beriman dan juga ada yang kafir. Iblis juga musuh bagi mereka dan juga bagi kita. Iblis akan memusuhi makhluk jin yang beriman, dan akan mengasihi yang kufur.

Ada yang bertanya, apa hikmah disebutnya jin dan manusia dalam ayat yang menyinggung tentang ancaman, tetapi dalam ayat yang menyinggung tentang janji jin tidak disebut-sebut?

Baca Juga : SUDAH DITOLONG MALAH MENTUNG

Jawabannya ialah bahwa manusia maupun jin itu sama-sama disebut dalam ayat yang menyinggung tentang janji. Contohnya seperti firman Allah surat al-Ahqaaf ayat 18, “Mereka itulah orang-orang yang telah pasti (azab) atas mereka bersama ummat-ummat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungghnya mereka adalah orang-orang yang merugi.”

Kemudian Allah berfirman dalam ayat 19 nya, “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan.” Dalam ayat yang terkait dengan janji atau fasilitas, baik manusia atau jin, sama-sama disebut.

Ada yang mengatakan, baik jin dan manusia sama-sama mendapat khithab  dari Allah di dalam neraka, berdasarkan firman-Nya dalam surah Ibrahim ayat 22, “Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.”

Tetapi kenapa tidak ada satu ayat pun yang menerangkan tentang perundingan atau dialog antara jin dan manusia di dalam surga? Jawabannya ialah bahwa konon isi perundingan atau dialog mereka di dalam neraka ialah, salah seorang dari manusia berkata kepada syetan yang selalu menyertainya di dunia, “Sesungguhnya kamu berbuat zalim kepadaku. Kamu telah menyesatkan aku.” Lalu, si syetan membela diri di hadapan Allah dengan mengatakan, “Ya Tuhanku, aku tidak pernah berbuat zalim kepadanya. Tetapi, dia telah menyesatkan dirinya sendiri.”

Tidak ada alasan yang mendorong timbulnya dialog atau perundingan bagi para penghuni surga, karena diantara mereka memang tidak ada persoalan. Karena itulah, Allah tidak menyinggungnya dalam satu ayat pun. Lagi pula Allah telah mengabarkan kepada manusia bahwa mereka yang durhaka itu akan menjadi teman setan. Mereka akan bertengkar di dalam neraka, sebagai hukuman atas sikap mereka yang keras kepala dan durhaka tersebut. (Media Ummat)

Comments are closed.