Pahala Besar bagi yang Bersabar

0

Sabar memiliki kedudukan tinggi yang mulia dalam agama Islam. Berikut ini ayat Al-Qur’an dan hadits nabi SAW tentang fadhilah atau keutamaan sabar. Allah SWT berfirman:  “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)

Sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.

Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya: “….. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, seperti tertulis dalam firman-Nya:  “…..…dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Selain memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah SWT juga memberikan ampunan kepada mereka. Dari ‘Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Maa min mushibatin tushiibul Muslima illaa kaffarallaahu ‘anhu bihaa hatta as-syaukata yusyaakiha.” Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga : MUSIBAH DAN RENCANA ALLAH

Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah SAW bersabda: ‘Ajaban li amril mukmini, inna amrahu kullahu khoirun. Walaisa dzalika illa lilmukmini. In ashobathu sarroo-u syakaro fa kaana khoiron lahu. Wa in ashobathu dhorroo-u  shobaro fakaana khoiron lahu”

Artinya: “Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Disebutkan pula dari sahabat Anas bin malik, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Inna ‘izhomal jazaa-I ma’a ‘izhomil balaa-i. wa innallooha ta’alaa idza ahabba qouman ibtalaahum, faman rodhiya falahur ridho, waman sakhotho falahus sukhthu.

Artinya: “Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah akan menguji mereka (dengan suatu musibah), maka barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah) dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan (Allah).” (HR. At-Tirmidzi)

(Disarikan dari Kitab Al-Muttajirur Rabih Fii Tsawabil Amalis Shalih halaman 292-296)

Comments are closed.