Kajian IslamiTauhid

Optimis Menjalani Hidup

Al- Wasi’ (Allah Yang Maha Luas)

Kata  “Al-Wasi’“ terulang sebanyak 9 kali dalam Al-Qur’an dan kesemuanya menjadi sifat Allah SWT. Kata Al- Wasi’ menunjukkan arti “luas”, lawan dari “sempit” atau “sulit”. Dari sini lahir makna-makna lain seperti “kaya”, “mampu”, “meliputi”, “langkah panjang”, dan sebagainya.

Allah Al-Wasi’

Allah memperkenalkan dirinya-Nya sebagai Dzat Yang Maha Luas. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 115)

Makna luas di sini tidak terbatas pada kekayaan, kedermawanan dan kebaikan saja, melainkan jauh lebih luas dari itu dan juga lebih agung. Pengetahuan, rahmat, hikmah dan ampuan Allah juga bersifat luas.

Pengetahuan Allah bersifat luas. Tak satu pun makhluk di bumi ini yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Allah membuat beberapa perumpamaan yang dengannya kita bisa mengenal keluasan ilmu-Nya: “Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi: 109)

Di samping itu, penciptaan Allah atas semesta ini juga sangat luas. Allah SWT berfirman:  “Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami). Sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Qs. Ad-Dzariyat: 47)

Kemahaluasan Allah dapat kita saksikan juga dalam hal rahmat dan ampunan-Nya. Karena keluasan-Nya itu, sebesar apa pun dosa seorang hamba (selain syirik), akan diampuni oleh Allah.

Baca Juga : MENDAHULUKAN YANG LEBIH PENTING

Kemahaluasan Allah sungguh tak terhingga. Tak seorang pun berhak menyandang sifat Al-Wasi’ dalam pengertian yang sesungguhnya.

Pesan Sosial-Ekonomi

Sebagai Dzat yang Maha Luas segala-galanya, Allah seakan berpesan melalui sifat-Nya itu kepada manusia untuk :

Optimis Terhadap Anugerah Allah

Kesadaran terhadap makna sifat ini akan menjadi spirit seorang mukmin dalam menghadapi kesulitan hidup. Keyakinan yang kuat terhadap keluasan karunia Allah, membuat seseorang bermental kuat, tak mudah goyah dengan godaan-godaan yang menyesatkan, seperti bisnis dengan kecurangan, mark up, KKN, dan menyuap untuk project.

Memberi Kemudahan Pada Orang Lain

Mukmin yang memahami Allah sebagai Al Wasi’, akan mudah memberikan bantuan dan jalan kemudahan bagi sesamanya. Dia tidak akan membuat perkara yang sulit untuk segera diatasi. Sebab keluasan hati dan pemikirannya, digunakan untuk mempermudah jalan hidup dirinya dan sesamanya sesuai ajaran-Nya.

Landasan Sikap dan Mental

  • Optimis dalam menjalani hidup karena Allah pasti memberi karunia terbaik menurut ukuran dan kemampuan kita dalam menerima dan menyikapinya.
  • Bekerja keras dan pantang menyerah dalam meraih karunia Allah yang halal.
  • Tidak tergiur untuk memperoleh karunia yang ditempuh dengan cara-cara yang bathil meskipun hasilnya melimpah. Sebab sesungguhnya karunia Allah yang terbaik itu diperoleh dengan cara yang baik pula. (Media Ummat)
Tags
Show More

Related Articles

Close