Nafsu Sumber Pokok Perilaku Dosa

0

Kebanyakan manusia mengira bahwa perilaku maksiat itu datang dari godaan syaitan. Dan mereka tidak mengetahui bahwa musuh yang sangat nyata baginya ada di dalam dirinya sendiri. Dan ingatlah, musuh yang nyata baginya adalah nafsu. Allah SWT telah menjelaskan di dalam Al-Qur’an terkait dengan nafsu. Bahwa perbuatan dosa itu banyak disebabkan karena nafsu manusia itu sendiri, bukan dari godaan syaitan. Memang benar dalam hal ini syetan bertugas menghiasai amal perbuatan manusia. Adapun bisikan nafsu itu bukan dari syaitan. Kalau kita mau memahami, berfikir tentang ayat-ayat Al-Qur’an maka kita akan menemukan bahwa nafsu merupakan sumber pokok dan penyebab terjadinya dosa dan kerusakan alam.

Perbuatan dosa yang pertama kali ada di dunia ini adalah peristiwa pembunuhan antara Qabil dan Habil. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah dia seorang di antara orang-orang yang merugi”(QS. Al-Maidah 30). Jadi, perbuatan dosa ini ada karena nafsu manusia, bukan dari syaitan. Dan peristiwa ini merupakan pertama kali terjadi di dunia, yakni dosa pembunuhan.

Baca Juga : DUNIA BAYANG-BAYANG AKHIRAT

Adapun dosa selain pembunuhan yang bermula dari nafsu manusia (an-nafsu al-insaniyyah) adalah dosa melakukan zina. Yakni peristiwa Zulaikha yang ketika itu ingin melakukan dosa (zina) dengan Nabi Yusuf. Dan setelah Al-Qur’an menjelaskan peristiwa itu, Allah SWT menyebutkan, “dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”(QS. Yusuf 53). Hal ini menjadi bukti bahwa nafsulah yang menyebabkan dosa bukan dari godaan syaitan. Masih banyak dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an yang sumber utamanya adalah bisikan hawa nafsu. Misalnya dalam surat An-Naml yang menceritakan ratu bilqis saat hud-hud datang, “sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari selain Allah, dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak mendapat petunjuk”(QS. An-Naml 23-24).

Dan ini merupakan langkah syaitan untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Yakni dengan menghiasi perbuatan manusia dengan rayuannya sehingga tampak indah. Kelak saat hari akhir, berkatalah syaitan, “Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku”(QS. Ibrahim 22)

Jadi, perbuatan dosa yang dilakukan manusia itu berasal dari nafsu, adapun syaitan hanyalah menghiasi perbuatan manusia agar tampak indah sehingga mereka melakukan dosa (tidak mendapat petunjuk). Dan kita jangan mengatakan bahwa syaitanlah yang mendorong untuk melakukan perbuatan dosa. Sungguh Allah SWT tidak menjadikan jalan untuk syaitan bagi orang muslim. Oleh karena itu tahan dan perangi hawa nafsumu. Kita lihat saja saat datangnya bulan romadhan syetan telah dibelenggu, akan tetapi meskipun demikian masih banyak orang yang melakukan dosa di bulan romadhan. Oleh karena itu marilah kita jaga hawa nafsu kita, ajaklah hawa nafsu untuk hal yang baik.

Comments are closed.