Keluarga

Nafkah Diberi Hanya Ketika Diminta

Assalamualaikum. Saya memperkenalkan diri saya seorang ibu rumah tangga dengan seorang anak usia 2,5 tahun. Kami menikah tahun 2013. Sudah 1,5 tahun hati dan otak saya bergejolak (atau entah apa itu namanya) yang jelas keadaan ini sa ngat mengganggu batin saya. Saya bekerja sebagai tenaga honorer yang digaji ketika hanya bekerja. Sejak bapak mertua saya meninggal, suami saya yang seorang anak pertama adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap keluarga dia (saya salut dan bangga dengan dia). Tapi semakin kesini, saya semakin nggak ngerti suami saya gampang keluar duit untuk keluarganya tapi jadi lupa dengan anak istrinya. Kalau saya tidak minta tidak dikasih, sekali minta misal untuk beli susu anak ya dikasihnya untuk beli susu itu saja. Awalnya saya merasa mungkin memang suami saya baru tipis keuangan karena kami tinggal berjauhan dan bertemu seminggu sekali. Tapi kenapa sampai saat ini tidak ada kemajuan. Saya memang bekerja, tapi kenapa saya jadi merasa saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri? Sedangkan suami saya tidak pernah ngasih saya nafkah. Bisa dibilang jarang sekali. Saya merasa nggak mampu untuk berkata lagi. Dia tiap bulan menjatah uang untuk ibunya, untuk bayar kebutuhan rumah ibunya. Tapi dia nggak menjatah aku dan anaknya, kalau aku nggak minta. Apakah saya harus terus-terusan minta dan minta? Sedangkan setahu saya memberi nafkah itu kewajiban suami. Apakah kalau saya sudah be kerja kemudian gugurlah kewajibannya memberikan nafkah?. Mohon pencerahannya. Terimakasih. Wassa lamu’a­laikum

Jawab:

Wa’alaikum salam Wr. Wb. Dalam menjalani rumah tangga selalu ada suka dan duka. Semoga masalah yang ibu hadapi segera mendapat solusi. Dalam berumah tangga dibutuhkan kedewasaan dan kelapangan. Seorang suami punya kewajiban untuk memberi nafkah kepada istri dan anaknya. Memberi nafkah kepada orang tua, jika memang orangtua miskin atau tidak mampu, memang menjadi kewajiban bagi anak-anaknya. Tapi, kalau kondisi seorang anak sudah berkeluarga (punya istri dan anak), dan penghasilannya pas-pasan, maka nafkah yang diutamakan adalah keluarga (anak istri). Kalau memang mampu, maka dua-duanya nafkah keluarga sekaligus orangtua). Maka, baiknya ibu menyampaikan de ngan baik-baik kepada suami. Kondisi yang ibu rasakan. cari moment yang pas. Kita niatkan bukan semata-mata protes, tapi agar suami tidak lupa dengan kewajibannya memberi nafkah. Bisa jadi, suami memberi nafkah sesuai permintaan ibu, karena dia tahunya ibu juga bekerja. Dan, bagi para istri kewajibannya bukan mencari nafkah. kalaupun mencari nafkah maka diniatkan membantu suami untuk kebutuhan keluarga. Semua bisa dimusyawarahkan de ngan baik. jangan disikapi dengan emosi. Ingatlah, masih banyak keluarga lain yang ujian atau deritanya lebih berat dari yang ibu rasakan. Demikian semoga bermanfaat. (*)

Show More

Related Articles

Close