Nabi SAW Di Shiratal Mustaqim

Dalam konteks Islam Sirat-al-Mustaqim adalah jambatan/titian yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. (HR. Imam Muslim)
Setelah melepasi masa di Padang Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan sirath bagi mereka di atas neraka jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai berdasarkan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melintasi titian Sirath itu adalah Nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad SAW berdiri di tepi Sirath seraya berdo’a, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!” (HR. Imam Muslim)
Orang  yang pernah menyekutukan Allah dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.
Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhala, atheis dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu neraka jahannam bagi mereka. Sesuai dengan QS Az-Zumar: 71,

Baca Juga : PAHALA BESAR BAGI YANG BERSABAR

Jembatan yang menghubungkan Padang Mahsyar dengan Syurga, menurut keterangan sahabat Abu Said, “Jembatan ini lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (HR. Abu Said dan Imam Muslim)
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan Sirath yang berada di atas neraka, yaitu jembatan yang terletak di tengah-tengah neraka jahannam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan.
Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Sirath adalah Nabi Muhammad SAW, dia akan memimpin kumpulan-kumpulan ummatnya.
Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:
– Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang menyambar.
– Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.
– Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.
– Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas.
– Kumpulan yang kelima berlari.
– Kumpulan keenam berjalan.
– Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk karena mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Nabi Muhammad SAW berhenti di atas Shirath. Setiap kali Nabi Muhammad SAW melihat seorang dari umatnya bergelayut di atas Shirath, beliau akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.
– Kumpulan kedelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: “Wahai Muhammad!” Muhammad kemudian berkata: “Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka”!
– Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas Shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.
Dikatakan bahwa, di pintu syurga, ada pohon yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya Allah SWT saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.
Semoga kita dapat melewati shirat ini bersama Nabi Muhammad SAW pada golongan pertama amiinnn. (Media Ummat)