0 views

Meski Lalai, Baca Shalawat Tetap Diberi Pahala

0

Penyusun Kitab Syarh Dalail, menukil pendapat Imam Qadhi Iyadh dalam Kitabnya Al-Ikmal, melalui riwayat sebagian ulama ahli hakikat bahwa beliau mengatakan bahwa sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. Ini berlaku bagi orang yang membaca shalawat dengan ikhlas, berharap ridho Allah, dengan mengagungkan dan mencintai Nabi SAW. Bukan bagi orang yang membaca shalawat untuk kepentingan dirinya, yaitu mengejar pahala dan terkabulnya do’a-do’a. Oleh karena itu, membaca shalawat itu harus disertai dengan rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Sayyid Abdul Aziz ad-Dabbagh dalam Kitabnya, Al-Ibriz menerangkan, “Ada dua jenis orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW , yakni orang yang hanya mendapat pahala sedikit dan orang yang mendapat pahala tak terhingga. Orang yang pertama membaca shalawat dengan hati yang lalai dan dipenuhi kesibukan dunia atau karena kebiasaan saja. Ia diberi pahala yang sedikit.  Sementara orang yang kedua adalah orang yang membaca shalawat disertai dengan rasa cinta dan pengagungan kepada Nabi Muhammad SAW. Rasa cinta ini muncul setelah ia menghadirkan dalam hatinya kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW, yakni bahwa Beliau adalah sebab dari segala maujud atau makhluk dan cahaya dari segala cahaya; bahwa Beliau adalah pembawa rahmat dan pemberi petunjuk bagi seluruh makhluk. Beliau adalah anugerah dari Allah”. Ketika seseorang bershalawat  dengan benar-benar hadir, didasari mahabbah dan merasakan keagungan Nabi Muhammad SAW, maka pahalanya sebesar kedudukan Nabi SAW dan sesuai dengan kemurahan Allah SWT. Subhanallah.

Baca Juga : SAAT DIWAJIBKAN DAN DISUNNAHKAN WUDHU

Sementara itu Al-Imam Al Arif billah, sayyid mahmud Al Kurdi As-Syaikhani berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya orang yang bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW baik dalam keadaan istighroq (khusyuk sekali), atau di dalam tidur, atau dalam keadaan ngantuk, atau dalam keadaan lalai, atau dalam keadaan sibuk sekali hingga ia tak tahu apa yang dia ucapkan, maka pahalanya bacaan shalawatnya tetap diberikan. Karena mengagungkan Rasulullah.

Sayyid Abdul Wahab Asy-Sya’rani Radiallahu ‘Anhu, di dalam kitab Tarjamah Sayyid Abil Mawahib Asy-Syazali bertutur sebagai berikut, “Aku bermimpi bertemu dengan penghulu alam semesta Nabi kita Muhammad Rasulullah. Shalawat Allah SWT 10 kali diberikan terhadap orang yang bersholawat satu kali terhadap dirimu, apakah hal itu berlaku hanya bagi orang yang hatinya hadir?” Nabi Kita Muhammad Rasulullah SAW  menjawab, “Tidak! Ganjaran itu diberikan pada setiap orang yang mengucapkan shalawat terhadapku walaupun hatinya lalai. Dan Allah SWT mengutus kepada orang tersebut malaikat sebanyak jumlah gunung yang mendoakan dan memohon ampun baginya. Sedangkan bila ia membaca shalawatnya dengan hati yang hadir tidak ada yang mengetahui pahalanya kecuali Allah SWT. (Media Ummat)

Comments are closed.