Adab Suami IsteriKeluarga

Menyenangkan Hati Pasangan

Suami mana yang tidak sumpek kalau hasil kerja kerasnya dilecehkan orang lain. Ada seorang istri yang sudah pontang panting membuat sayur lodeh, tapi gara-gara kurang pas rasanya, suami langsung muring-muring. “Bu, bisa masak nggak sih. Masak buat sayur lodeh nggak ada rasa. Kalau masak itu yang bener”. Istri mana yang tidak sakit hati kalau diperlakukan seperti itu. Sudah capek, repot lha kok enak saja main disalahkan. Kalau sudah begini istri jadi gampang ngambek. Banyak suami yang tidak memperhatikan masalah ini.

Demikian juga, seorang istri harus mampu menahan lidahnya agar tidak mudah ngomel-ngomel apalagi nuding-nuding suaminya. Wong suami sudah banting tulang pulang kerja mulai pagi sampai malam, lha kok pulang bukannya disuguhi teh hanget, malah disuguhi pertanyaan ala penyelidik dari istrinya. Lha kan tidak enak di hati suami. Para istri perlu menyadari bahwa setiap hari suami pulang dari tempat kerja tentu dalam kondisi yang lelah. Apalagi kalau di kantor ada masalah. Pikiran suami tentu akan sumpek dan emosi mudah muncul. Lha, istri harus tahu bahwa suami yang datang dengan masalah membutuhkan obat penenangnya. Karena itu kita dianjurkan untuk memperlihatkan senyum manis kita kepada suami. Istri yang shalihah akan menyambut kedatangan suaminya dengan keramahan dan keceriaan. Jangan sampai suami pulang, disambut dengan wajah cemberut alias manyun. Suami yang sudah punya masalah jadi tambah pusing.

Baca Juga : Demi Senyum Sang Istri

Menyanjung Pasangan

Salah satu cara untuk menghangatkan suasana rumah tangga adalah masing-masing pihak harus bisa menghargai kebaikan pasangannya. Dengan cara memujinya dan bukan mencercanya. Bisa pula dengan cara menolongnya dan bukan memperbudaknya. Seorang suami harus menyadari kemampuan istrinya itu terbatas, sementara tugasnya seabrek. Si istri jangan sampai diberi beban yang berlebihan melebihi kemampuannya. Suami harus sadar bahwa istrinya telah banyak berjasa dalam membantunya mengarungi kehidupan ini. Dengan berpandangan seperti ini maka seorang suami akan berbuat bijak. Dia akan sayang dan kasihan kepada istrinya sehingga tidak mau melihat istrinya terbebani.

Suami atau istri yang baik tentu akan menjadi pendorong semangat pasangannya.  Bukan malah menjatuhkan semangat hidupnya. Manusia secara umum suka kalau dipuji dan tidak terima bahkan bisa sakit hati kalau dicela.

Nah, suami mestinya harus senang menyanjung istrinya sehingga istri tambah semangat. “Alhamdulillah bu, sayur lodehnya pas sekali. Rasanya subhanallah. Ibu memang pintar. Besok-besok masak sayur lodeh lagi ya”. Nah istri tentu akan bungah mendapat pujian suaminya. Besok dia akan masak yang lebih sip lagi.

Demikian juga dalam penampilan. Suami harus pandai memuji istrinya.

Kanjeng Nabi sudah memberi teladan kepada kita. Beliau sering memanggil istri beliau, Sayyidah Aisyah dengan panggilan mesra dan manja, “Ya khumairah”, wahai yang pipinya kemerah-merahan”. Subhanallah. Pak, pernah nggak panggil istrinya sayang atau manis.

Jika suami tidak bisa membantu tugas istrinya paling tidak jangan mencela hasil jeris payah istri. Kalau istri terus digeremengi atau diomelin, bisa gawat. Si istri bisa mutung dan nggak mau taat sama suaminya. Akhirnya gegeran dan ujungnya perceraian.

Begitu pula dengan seorang istri harus menyadari kerja keras suaminya dan juga pandai mendorong semangatnya.

Bayangkanlah keletihan suami di tempat kerjanya. Apalagi jika suami ibu bekerja di bawah terik matahari. Betapa payahnya suami ibu. Betapa banyaknya keringat yang bercucuran dari badan suami ibu demi untuk kelangsungan keluarga. Seorang istri apabila bisa menghayati keletihan dan beratnya perjuangan suami, akan membuat si istri makin sayang dan kasihan kepada suaminya. Dia tidak akan gampang ngomel-ngomel pada suaminya. Selain itu dia tidak akan meminta sesuatu yang lebih diluar kemampuan suami. Menghargai kerja keras suami bisa juga dilakukan dengan cara memberikan dorongan dan pujian kepada suami kita agar lebih semangat dalam berusaha.

Jangan sebaliknya, kerja keras yang dilakukan suami malah kita remehkan. Memang paling gampang kalau menvonis suami kita itu nggak becus atau goblok.

Kalau suami bolak balik disalahkan oleh istrinya bisa jadi dia balik emosi lalu membalas memarahi istrinya. Bahkan bisa jadi dia main tangan. Istrinya ngomel, nggak dijawab dengan omongan tapi dengan pukulan mematikan ala Cris John. Wah kan jadi tambah runyam.

Memuji pasangan kita berarti membuat dia senang. Dan membuat hati orang lain senang itu termasuk salah satu amal yang sangat diutamakan.

Tags
Show More

Related Articles

Close