Menjaga Kaum Hawa dari Zina

0
Menjaga Kaum Hawa dari Zina
Menjaga Kaum Hawa dari Zina

Bebaskan Wanita dari Perzinahan

Mungkin ada orang yang bertanya. Bagaimana Islam membebaskan wanita dengan mengharamkan zina? Sementara zina bagian dari kebebasanitu sendiri. Perzinahan bagaikan makanan lezat yang menggiurkan, tetapi di dalamnya ada racun yang mematikan. Jika ada larangan manusia memakannya apakah berarti telah merampas kebebasannya?

Mengapa tidak kita katakan bahwa kelezatan sebuah makanan itu merupakan batasan yang akan menahan dari dorongan seseorang untuk memakannya, karena setelah itu dia akan mati!

Baca juga:

ADAB AL- JUMU’AH (HARI JUM’AT)

Di manakah arti kebebasan di sini? Jadi, ketika Islam melarang praktek perzinahan dalam kehidupan wanita, pada dasarnya Islam menyelamatkan wanita dari kehancurannya. Islam menjaga kehormatannya, mengangkat derajat dan prestisnya. Islam menasehati para istri dengan nasehat-nasehat yang penting. Islam juga memerintahkan pada suami untuk memperlakukan istri-istrinya dengan baik, serta melarang mengambil hak istri berupa hartanya walaupun sedikit saja. Islam menjadikan istri sebagai sumber pahala bagi para suami dengan memelihara dan berbuat baik kepadanya. Islam juga menjajikan kepada para suami dengan pahala jihad jika mereka berbuat baik kepada istri-istrinya dan menjajikan pahala jama’ah kepada para istri jika mereka taat pada suaminya. Apakah dengan ini Islam dianggap merampas hak wanita ketika Islam memberi batasan pemisah antara wanita dan perzinahan, sementara Islam justru memberikan pahala yang banyak sekali dan menempatkannya di tempat yang luhur.


BentukKasihSayang Pada Wanita

Alangkah indahnya ungkapan Imam Ar-Razy dalam menafsirkan firman Allah SWT, dalam surat an-Nisa ayat 15. Belliau berkata, “Ketahuilah, bahwa ketika Allah SWT, dalam ayat-ayat sebelumnya memerintahkan agar berbuat baik kepada wanita dan mempergaulinya dengan lemah lembut, sedangkan dalam bab ini Allah SWT, memberatkan hukuman kepada wanita jika mereka melakukan perzinahan. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya Islam menunjukkan kasih sayang kepada wanita dan memperhatikan urusan akhiratnya.

Selain itu ada beberapa manfaat, misalnya agar perintah berbuat baik kepada wanita itu tidak menjadikan sebab bagi mereka untuk tidak dilakukan hukuman kepada mereka. Karena hal itu akan mendorong wanita akan melakukan hal-hal yang merusak. Dan faedah yang terpenting bahwa Allah SWT, telah memenuhi janji-Nya kepada makhluk-Nya, maka seharusnya mereka memenuhi janjinya kepada Tuhannya. Karena sesungguhnya tidak ada pengaruh kasih sayang dan kekerabatan dalam hukum-Nya. Landasan hukum Allah SWT, adalah keadilan dan menjauhi tindakan-tindakan yang melebihi batas atau mengurangi hak, maka Allah SWT berfirman, “Dan terhadap wanita yang melakukan perbuatan keji.”

Al-Qurtuby berkata, ketika Allah SWT memerintahkan berbuat baik kepada wanita, menyampaikan hak maharnya dan memaparkan bagian warisan yang diperoleh seorang wanita, Allah juga menyampaikan perintah tentang hukuman yang sangat berat kepada wanita yang melakukan perzinahan. Agar tidak ada persepsi bahwa wanita boleh meninggalkan hal-hal yang menjaga kehormatannya. (Media Ummat)

Comments are closed.