0 views

Menjadi Pribadi yang Mulia

0

Allah AL-‘Azhim

Allah mengenalkan diri-Nya sebagai Dzat Yang Maha Agung. “Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung”, (QS. Al- Waqiah:74) Allah menyandang sifat keagungan, agung dalam pengertian yang sebenarnya. Tak ada satu pun yang menyamai-Nya, dan tak ada kebesaran apa pun yang menandingi-Nya.  Allah Maha Agung karena mata tidak mampu memandang-Nya dan akal tidak dapat menjangkau hakekat wujud-Nya. Allah Maha Agung karena Dia adalah yang wajib wujud-Nya, langgeng eksistensi-Nya, untuk selama-lamanya. Allah Maha Agung karena keagungan-Nya melebihi keagungan segala yang agung, bahkan keagungan segala yang agung adalah berkat anugerah-Nya.

Dia Maha Agung karena keagungan-Nya tidak bertepi dan tidak dapat diukur. Allah Maha Agung karena akal berlutut dihadapan-Nya dan jiwa gemetar menghadapi-Nya, dan larut di dalam cinta-Nya. Semua wujud kecil dihadirat-Nya, butuh pertolongan-Nya dan punah atas ketetapanNya.

Jadi, sifat Al-Azhim pada Allah SWT meliputi keagungan Dzat, semua sifat dan perbuatan-Nya. Bahkan, sifat kebesaran atau keagungan yang diletakkan pada selain Allah SWT pasti berasal dari-Nya. Dalam sabdanya, Rasulullah Saw berdoa: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha besar dan Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi, Pemilik Arsy yang agung. (HR. Bukhori)

Pesan Sosial – Ekonomi

Keagungan Allah mengandung pesan-pesan sosial yang mengajarkan manusia menjadi pribadi-pribadi yang menjunjung nilai-nilai yang agung, yaitu:

Baca Juga : BUAH STRATEGI DALAM DAKWAH

  • Berusaha Meraih Derajat Ketakwaan

Pemahaman terhadap makna Al-‘Azhim dapat menghantarkan manusia dalam meraih derajat takwa. Sebab dia senantiasa mengagungkan ajaran-ajaran-Nya kedalam sikap dan perilaku sehari-hari.

  • Menjadi Pribadi yang Mulia

Buah dari mengagungkan ajaran Allah dan Rasul-Nya (ketakwaan) adalah menjadi pribadi yang mulia. Kemuliaan suatu kedudukan, kemuliaan orang yang dilimpahi kekayaan, dan kemuliaan popularitas seseorang, tidak ada artinya sama sekali bila dibandingkan dengan kemuliaan seorang hamba yang bertakwa.

  • Meraih Kebahagiaan Hidup di Dunia dan Akhirat

Orang yang mengagungkan Allah pasti akan dimuliakan-Nya. Dan orang yang dimuliakan-Nya pasti dimudahkan segara urusan-urusanNya. Bahkan dia akan dijamin kebahagiaan hidupnya, baik di dunia terlebih-lebih di akhirat.

Sumber Landasan Sikap dan Mental

  • Mengagungkan kebesaran Allah.
  • Menjauhi segala sikap dan perilaku yang rendah dan menghinakan diri seperti: Senantiasa mengharap belas kasihan orang lain, mencuri, korupsi, meng-ghibah, memakan hak orang lain, mengumbar nafsu syahwat (berzina) dan nafsu perut (makan/minum yang haram dan berlebihan).
  • Memuliakan orangtua, tetangga, guru, mengasihi saudara, menyayangi sesama, membantu orang lain yang mengalami kesulitan hidup, menasehati sesama dalam kebaikan.
  • Menjunjung tinggi ilmu dengan cara menjadi pribadi yang mengamalkannya dalam kebaikan serta memiliki keahlian dalam suatu bidang.
  • Mengagungkan nilai-nilai mulia sebagai inspirasi, motivasi, dan karakter diri. (Media Ummat)

Comments are closed.