Mendahulukan yang Lebih Penting

Saat ini ummat Islam berada di antara jalan-jalan yang penuh kebimbangan. Ummat Islam khususnya di Indonesia belum memiliki pemahaman yang komprehensif dalam beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Urusan-urusan yang tidak penting dan tidak mendesak cenderung lebih diutamakan daripada urusan-urusan yang penting dan mendesak.

Islam mengajarkan seluruh tata cara beramal dalam kehidupan ini, termasuk dalam hal-hal yang membutuhkan skala prioritas. Dengan kata lain, ummat Islam perlu memahami tentang aktifitas-aktifitas yang wajib dan mendesak untuk didahulukan dan juga perlu mengetahui hal-hal yang bisa diakhirkan dari keseluruhan aktifitas-aktifitas.

Pemahaman ini (fiqh) mutlak dibutuhkan agar ummat Islam mampu mengerjakan seluruh kewajiban-kewajibannya secara optimal dam mampu meninggalkan larangan-larangan Alah SWT secara bertahap.
Kasus yang sering terjadi di kalangan ummat Islam saat ini adalah banyaknya dari mereka yang mendahulukan perkara-perkara tidak penting dan tidak mendesak di atas perkara-perkara yang mendesak dan penting,

Baca Juga : YA ALLAH, AMPUNI KAMI

Di Indonesia sendiri banyak sekali keluarga miskin dan tidak mampu di samping itu bencana gempa bumi sering melanda negeri ini itu yang menyebabkan mereka lebih perlu uluran tangan. Sekarang pertanyaannya manakah yang lebih penting pergi berumroh atau menolong mereka?  Jawabannya syariah telah mengajarkan bahwa meringankan beban mereka adalah lebih besar pahalanya dari pada pergi umroh karena umroh hukumnya sunnah sementara menolong saudara kita yang kesusahan hukumnya adalah wajib.

Adapun apabila ada dari sebagian orang yang lebih memilih pergi umroh daripada menolong saudaranya yang kesusahan itu merupakan suatu tanda bahwa kurang pahamnya dia tentang fiqh prioritas.

Pernah suatu ketika khalifah Umar bin Abdul Aziz ditanya mana yang lebih penting bersedekah untuk baitullah atau bersedekah untuk memberi makan orang-orang kelaparan? kemudian sang khalifah menjawab, “Tentu saja menolong orang yang kelaparan lebih baik dan mulia daripada bersedekah untuk baitullah.”

Dan begitu pula para sahabat di zaman Nabi Muhammad SAW mereka lebih mendahulukan setiap perkara yang bersifat wajib dari pada perkara yang bersifat mubah.

Maka dari itu melihat apa yang kita alami di negri ini sudah seyogianya kita bisa menimbang lagi manakah yang lebih penting menolong saudara kita yang terkena musibah semisal di Palestina atau mereka saudara kita yang berasal dari Rochingya dan saudara-saudara kita dari Suriah dan lain–lain mari kita sama sama berjalan menuju ridho-Nya melalui mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.  (Media Ummat)