Manusia Dikumpulkan Bersama Orang Yang  Dicintainya

0

Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi di dalam kitabnya Syarh Muslim menyebutkan sabda Rasulullah SAW kepada orang yang bertanya tentang hari kiamat. Maka beliau menjawab: “Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari kiamat?” Orang tersebut menjawab: “Kecintaan terhadap Allah dan Rasulnya.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.”

Imam Nawawi menyatakan bahwa di dalam beberapa riwayat tentang “seseorang akan bersama orang yang dicintainya” terdapat keistimewaan cinta kepada Allah, Rasulullah, orang-orang shalih dan para ulama. Baik yang masih hidup ataupun telah meninggal. Dan diantara keistimewaan cinta terhadap Allah dan Rasulnya adalah pengaplikasian kecintaan dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta berbudi pekerti dengan budi pekerti yang sesuai dengan syari’at. Sedang pengambilan manfa’at dengan kecintaan terhadap orang-orang shalih tidak disyaratkan harus melakukan hal-hal yang dilakukan oleh mereka (orang shalih). Karena jika ia melakukan hal yang sama, maka ia akan termasuk didalamnya.

Baca Juga : MENAHAN EMOSI DAN PILIHAN BIDADARI

Di dalam kitab Tuchfah al Achwadzi juga diulas tentang hadits “Seseorang akan di kelompokkan  bersama orang yang dicintainya.” Yakni seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. Dan ia akan menjadi partner orang yang dicintainya dalam menjalani hal-hal yang diridhoi oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman: ”Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”. (QS. An-Nisa’: 69)

Al Mubarakfuri menyatakan bahwa secara universal hadits di atas menunjukkan arti yang (umum) yang meliputi mencintai orang shalih juga orang yang durhaka dan hal itu diperkuat oleh hadits yang menyatakan bahwa “Seseorang berdasarkan agama kekasihnya.” Maka secara kontekstual, hadits tersebut mengandung unsur motivasi (untuk mencintai dan mengidolakan orang shalih) juga peringatan (untuk tidak mencintai dan tidak mengidolakan orang durhaka). Di dalamnya terdapat janji sekaligus ancaman. Dan baginya akibat dari yang telah diperbuat.

Al Mubarakfuri menegaskan bahwa arti dari hadits “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya” adalah jika seseorang mencintai sebuah kaum, maka ia termasuk dalam golongannya walaupun ia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang yang dicintai dan diidolakannya. Karena telah terbina sebuah kedekatan di antara hati mereka. Dan terkadang kecintaan tersebut dapat berpengaruh untuk melakukan hal yang sama. Maka di dalam hadits tersebut terdapat dorongan dan motivasi untuk mencintai serta mengidolakan orang-orang shalih dan orang-orang terpilih agar dapat bersama mereka kelak di hari kiamat dan terhindar dari api neraka. Wallahu a’lam bis shawab. (Media Ummat)

Comments are closed.