Kajian IslamiMutiara Tafsir

Manusia Dikepung Malaikat di Hari Kiamat

Allah SWT memberitakan tentang derita, ketegangan, semua peristiwa besar dan dahsyat yang berlaku pada hari Kiamat. Dan pada hari langit pecah mengeluarkan awan putih. “dan para malaikat diturunkan secara bergelombang.” (QS. Al-Furqan: 25)

Ibnu Al Mubarok berkata, telah mengabarkan kepadaku Juwaibir dari Ad-Dhahhak ia berkata:  Pada hari kiamat, Allah SWT memerintahkan langit dunia, lalu menjadi pecah dan terbelah. Allah memerintahkan para penghuninya (malaikat) turun ke bumi, dan mereka meliputi para penghuni bumi. Mereka berdiri berbaris-baris mengelilingi jin, manusia, dan semua makhluk lainnya di padang mahsyar. Penghuni langit pertama jauh lebih banyak daripada semua makhluk di bumi. Kemudian, terbelah pula langit yang kedua. Para penghuninya turun, lalu mengelilingi para malaikat penghuni langit pertama dan makhluk bumi. Jumlah mereka jauh lebih banyak daripada para penghuni langit terbawah dan semua makhluk yang telah ada.

Demikianlah seterusnya hingga terbelahlah langit yang ketujuh. Penduduk setiap langit turun dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada sebelumnya berkali ganda. Lalu mereka mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelum mereka dari kalangan penduduk langit, jin, manusia serta semua makhluk lainnya.

Kemudian datanglah Allah SWT dalam naungan awan putih, sedangkan di sekitar-Nya terdapat malaikat-malaikat karubiyyin yang tinggal di bawah ‘Arasy. Jumlah malaikat karubiyyin jauh lebih banyak daripada semua penduduk langit yang tujuh lapis, jin, manusia dan semua makhluk. Mereka mempunyai tanduk seperti mata-mata tombak, suara mereka gemuruh mengucapkan tasbih, tahlil, dan taqdis kepada Allah SWT

Baca Juga : AYAT KAUNYAH SEBAGAI BUKTI KE-ESA-AN ALLAH

Imam Abu Hamid Al-Ghazali menyebutkan dalam kitab Kasyfu Ilmi al-akhirah, sebuah riwayat dari Al-Muhasibi dan Ibnu Abbas dan Ad-Dhohak ia berkata: Seungguhnya semua makhluk baik yang awal maupun yang akhir, ketika berkumpul di satu tempat, Allah azza wajalla memerintahkan para malaikat di langit dunia untuk meliputi (mengelilingi) semua makhluk, baik manusia, jin, binatang dan memindahannya ke bumi kedua, bumi yang putih dari perak yang bercahaya. Malaikat di belakang semua makhluk tersebut, jumlahnya sepuluh kalilipat penduduk bumi. Kemudian Allah memerintahkan malaikat di langit kedua untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 20 kali lebih banyak dari mereka. Kemudian turunlah malaikat di langit ketiga untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 30 kali lebih banyak dari mereka. Kemudian turunlah malaikat di langit keempat untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 40 kali lebih banyak dari mereka.

Kemudian turunlah malaikat di langit kelima untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 50 kali lebih banyak dari mereka. Kemudian turunlah malaikat di langit keenam untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 60 kali lebih banyak dari mereka

Kemudian turunlah malaikat di langit ketiujuh untuk berbaris di belakang mereka, maka jumlahnya 70 kali lebih banyak dari mereka.

Para makhluk berhimpitan dan berdesakan. Mereka tenggelam dalam keringat, sesuai amal perbuatannya. Ada yang tenggelam dalam keringat, ada yang keringatnya sampai dagu. Ada yang keringatnya sampai dada. Ada yang keringatnya sampai dua lututnya. Ada yang keringatnya sampai betis.  Mereka larut dalam ketakutan dan kegoncangan. Bagaimana tidak, mataharipun didekatkan dengan kepada mereka, dan panasnya dilipatkan menjadi 70 kali. Masyaallah.

Kondisi manusia saat itu sesuai amal perbuatannya di dunia. Sehari bagi orang-orang kafir kadarnya lima puluh ribu tahun. Sedangkan orang mukmin tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar pada hari kiamat.  Kitab attadzkirah halaman 202-205

Tags
Show More

Related Articles

Close