Mantap Pilih Islam Setelah Dikejar Raksasa

Suwitaningsih, Singosari

Hidayah adalah wewenang Allah SWT. Dia memberikankannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Hidayah bisa datang kepada seorang hamba melalui jalan yang bermacam-macam. Seperti yang dialami Suwitaningsih. Hidayah Islam datang dalam hidupnya melalui mimpi dikejar-kejar sosok raksasa.

Sejak kecil Suwitaningsih adalah penganut Kristen yang taat. Ia tinggal di Sitiarjo, Sumbermanjingwetan, Kab. Malang yang mayoritas penduduknya penganut agama Kristen. Namun Allah SWT punya kehendak lain. Ia dipertemukan dengan seorang TNI yang beragama Islam yang menjadi suaminya. Ketika menikah ia  sudah masuk Islam. Namun, sepertinya ia belum mantap. Ia hanya ikut-ikutan suami. Ia sempat bimbang  masuk Islam karena hatinya masih belum yakin dengan pilihannya.

Meski telah masuk Islam, karena bimbang ia pun masih suka pergi ke gereja. Suatu ketika ia menemui pendeta. “Saya waktu itu sempat bimbang, lalu saya menemui pendeta di gereja tempat saya beribadah, lalu oleh pendeta saya dikasih wejangan agar tidak ragu dalam memilih, kata pendeta kalau saya ragu masuk Islam dan balik lagi jadi Kristen dosanya tambah besar”, kisah ibu 3 anak ini kepada crew Media Ummat saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga : JENAZAHNYA DIIRINGI MILIYARAN MALAIKAT

Hidup Lebih Tenang

Pada suatu saat, Suwitaningsih mengalami mimpi yang luar biasa. Dalam mimpinya itu ia dikejar-kejar oleh sosok raksasa. Sang raksasa seakan-akan ingin menerkamnya karena dianggap orang yang kotor. Rasa takut dalam mimpi begitu kuat. Iapun sempat berteriak-teriak. Sang suami yang kaget lihat dirinya berteriak kemudian membangunkan. Iapun terbangun dan berteriak Allahu akbar.

Sejak peristiwa itu ia mantab memeluk agama Islam. Setelah masuk Islam ia merasakan sebuah ketenangan hati yang belum pernah ia rasakan saat masih menjadi kristiani. Berbagai pertolongan Allah datang kepadanya. “Setelah saya masuk Islam itu, hati saya menjadi tenang, belum pernah saya merasakan hal seperti ini, bantuan Allah selalu datang tanpa disangka-sangka”, terangnya.

Meskipun keluarga awal-awal tidak senang saya masuk Islam, namun lambat laun mereka bisa menerima. Sering saya diundang ke gereja namun saya tidak mengikuti iman mereka, karena saya sudah tenang masuk Islam, iman saya tidak akan berubah”, imbuhnya.

Akhirnya ia oleh suaminya dibimbing untuk mempelajari agama Islam secara sempurna. Terutama tata cara sholat. “Alhamdulillah oleh suami saya dibimbing dalam mempelajari agama Islam, saya dibelikan buku panduan tata cara sholat, diajak ke acara majlis taklim, dan konsultasi kepada para kyai. Saya dulu sering diajak ke almarhum Gus Mad Gondanglegi untuk konsultasi. Beliau sering memberikan saran kepada saya agar selalu meminta kepada Allah dan tawakal”, ungkapnya.

Saya melihat Islam itu indah, menyejukkan. Keeratan yang terjalin antar sesama muslim begitu indah. Akhlaq yang mulia yang dikedepankan, seperti ketemu orang yang lebih tua cium tangan”, pungkas wanita kelahiran 11 Oktober 1969 ini. (Media Ummat)