Majusi Raih Kehormatan Karena Hormati Ramadhan

0

Habib Muhammad bin Anis Shahab, Lawang

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa, bulan spesial yang khusus untuk ummat Nabi Muhammad SAW.

Disebutkan dalam Kitab Fawaid Almukhtaroh, ada sebuah kisah menarik tentang seorang penyembah api atau yang biasa kita ketahui dengan nama “majusi” dengan anaknya.

Kisah dimulai Ketika datang bulan suci ramadhan, anak laki-lakinya yang juga majusi, ikut membantu ayahnya berjualan sayur di pasar.

Sang ayah tentu saja tidak berpuasa layaknya muslim, tapi dia menghormati muslim lain yang sedang berpuasa. Beda dengan si anak, yang dengan santainya dia makan di tengah pasar didepan orang muslim yang sedang lewat.

Melihat hal itu, sang ayah segera memukul anaknya, sambil berkata, “Hai anak bodoh, apa kamu tidak tahu kalau sekarang adalah ramadhan? Apa kamu tidak tahu kalau sekarang umat muslim sedang berpuasa? Kenapa kamu tidak menunjukkan rasa hormatmu ke umat muslim dengan makan di tengah pasar? Meskipun kita bukan muslim, kita harus menghormati mereka.”

Baca Juga : HARAP DAN TAKUT HANYA PADA ALLAH

Tidak lama berselang dari kejadian di pasar tersebut, si pendeta majusi ini menemui ajalnya dan meninggal dunia.  Berselang beberapa waktu, ada seorang wali yang merupakan tetangga si majusi tadi, dalam sebuah mimpinya si waliullah diperlihatkan kehidupan alam Barzah (alam kubur) sehingga dirinya bisa melihat kenikmatan-kenikmatan alam kubur.

Dan dalam mimpi itu, waliullah tersebut melihat tetangganya si majusi sedang bersenang-senang di dalam taman surga.

Waliullah itu tidak melihat didalam mimpinya dengan samar, namun dengan jelas melihat bahwa yang dilihatnya adalah orang majusi yang merupakan tetangganya yang sangat dia kenal dulu di dunia sewaktu dia masih hidup.

Wali  tersebut kaget dan heran, kenapa orang kafir dan penyembah api seperti dirinya bisa masuk surga? Bukankah surga hanya diperuntukkan yang membaca syahadat dan beribadah?

Dengan segera, wali tersebut dalam mimpinya menemui si majusi dan bertanya, kenapa kamu berada di sini (taman surga), anda kan seorang majusi? Sungguh megherankan!

Dijawab olehnya: memang benar, aku dulu orang majusi, sebelum aku meninggal dunia aku dibantu oleh Allah SWT dengan mengirimkan malaikat untuk menuntunku untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, dan asal kau tahu saja aku mendapat kemuliaan dan ampunan ini semata-mata karena aku pernah menghormat bulan suci ramadhan & orang yang berpuasa didalamnya. Subhanallah!

Comments are closed.