KisahSirah Nabawi

Kisah Hijrah Nabi SAW

Nabi Muhammad SAW hijrah pindah ke negeri Yastrib (Madinah), ditemani sahabat setia beliau, Abu Bakar. Nabi mengajak Abu Bakar menuju ke Gua Tsur untuk mencari tempat persembunyian sebelum mereka ke Madinah.

Nabi Muhammad dan Abu Bakar berada dalam gua itu selama tiga hari tiga malam. Selama disana mereka dibantu putra putri Abu Bakar serta pembantunya. Asma binti Abu Bakar, pengantar makanan, Abdullah bin Abu Bakar , bertugas menyelidiki keadaan  kafir Quraisy dan hasilnya disampaikan kepada Nabi dan Abu Bakar. Sedangkan pembantu Abu Bakar, Amir bin Fuhairah bertugas memberitahukan sesuatu yang diperlukan Nabi SAW dan mengantar susu hasil perasannya kepada Nabi dan Abu Bakar.

Nabi Muhammad dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan menuju Madinah, mereka dikejar oleh Suraqah, seorang pembunuh bayaran yang mendapat imbalan 100 ekor unta. Namun usahanya itu tidak berhasil, karena berkali – kali ia terjatuh dari kudanya saat akan membunuh Nabi, bahkan kaki kudanya terpendam ke dalam pasir. Setelah tidak berdaya membunuh Nabi, ia meminta maaf kepada Nabi . Lalu Nabi pun memaafkannya. Nabi berpesan kepadanya agar merahasiakan kepergiannya ke Madinah. Permintaan itu pun disanggupi Suraqah. Sehingga dengan selamat Nabi SAW melakukan perjalanan ke Madinah

Baca Juga : SIHIR TERMASUK 7 DOSA PERUSAK

Akhirnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun ke 13 kenabian, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar sampai di Quba, lebih kurang 10 km di luar kota Madinah. Nabi singgah di Quba selama 4 hari, dan selama itu Nabi Muhammad SAW tinggal dirumah Kultsum bin Hamdan, dari keturunan keluarga Bani Amr bin Auf dari golongan Aus, sedangkan Abu Bakar tinggal dirumah Habib bin Asaf dari golongan Khazraj.

Tak lama setelah itu, datanglah rombongan keluarga Nabi Muhammad dan Abu Bakar yang dipimpin oleh Ali bin Abi Thalib, di antara mereka  adalah Fatimah, Ummu Kultsum, Saudah, Ummu Aiman dan anaknya Usamah, Ummu Ruman (isteri Abu Bakar) serta anak – anaknya seperti Aisyah, Asma’ dan Abdullah, dan umat islam lainnya.

Selama di Quba, Nabi Muhammad mendirikan Masjid di atas tanah milik Kultsum bin Hamdan. Nabi sendiri yang meletakkan batu pertama, kemudian Abu Bakar, Umar dan Usman. Dan yang pertama kali menemboknya adalah Ammar bin Yasir, selanjutnya pekerjaan itu dilakukan oleh kaum Muhajirin dan Anshar.

Pada hari Jumat tanggal 16 Rabiul Awwal tahun ke 1 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 2 Juli 622 Masehi, Nabi SAW beserta rombongan Muhajirin lainnya masuk Madinah disambut meriah oleh penduduk Madinah dengan syair yang terkenal, sebagai berikut: Thola’al badru ‘alaina. Min saniyyatil wadaa’i. Wajabassyukru ‘alaina maa da’a lillaahi da’i. Ayyuhal mab’utsu fiina ji’ta bil amril mutho’i. (Telah timbullah bulan purnama, dari Tsaniyyatil Wad’i. Kami bersyukur, selama ada orang menyeru kepada Tuhan. Wahai orang yang diutus kepada kami, engkau telah membawa sesuatu yang harus kami ta’ati). (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close