KisahKisah Hikmah

Kini Suami Mantap 1000 % dengan Sedekah

Awalnya suami yang tidak begitu yakin akan kekuatan sedekah. Menurutnya, kewajiban muslim adalah zakat 2.5%. Kalau masih berlebih baru sedekah karena sifatnya tidak wajib.

Terkadang kami berdebat masalah ini. Karena bagi saya, setiap bulan setelah menerima gaji wajib dikeluarkan zakat 2.5% dan sedekah semaksimal mungkin.

Suatu saat saya mendengarkan video Ustadz Yusuf  Mansur (UYM) di YouTube mengenai “Naik Gaji 7 juta per bulan menjadi 125 juta per bulan karena sedekah gaji 1 tahun”. Setelah mendengar video ini saya sengaja puter lagi dekat suami dengan volume yang besar, dengan tujuan supaya suami denger juga.

Setelah video selesai, saya sengaja pancing suami saya ingin tau gimana responnya. “Pa, mantab juga ya dari gaji 7 juta per bulan menjadi 125 juta per bulan hanya karena sedekah. Kita coba yuks”… “Itu beneran apa, jangan-jangan promosi doang…” “Masa promosi, itu kan pengalaman pribadi adiknya UYM. Masa ya UYM bohong…” “Bukan bohong, tapi kan kejadian seperti itu 1 banding berapa?”

Saya terus berdoa minta sama Allah SWT supaya suami disadarkan akan pentingnya sedekah. Satu tahun berlalu, sampai suatu ketika suami saya kena PHK dari perusahaannya. Saya hanya bisa mengucapkan Innalillahi wa innailaihi roji’un dan Alhamdulillah. Saya memantapkan hati berarti ini memang yang terbaik menurut Allah SWT.

Setelah dapat keputusan paginya, malamnya kami diskusi panjang mau diapakan pesangon ini. Alhamdulillah saya ingat video UYM yang pertama. Saya bilang saatnya sekarang papa harus yakin akan janji Allah SWT mengenai sedekah.

Saya bilang papa mau gaji berapa per bulannya? Suami saya bilang kalau 50 juta per bulan kebesaran nggak ya? Saya bilang jangan mengecilkan Allah SWT, mau seberapa besar kita minta kalau menurut Allah SWT kita pantas mendapatkannya pasti dikasi. Karena suami nggak pede, mintanya 30 juta per bulan saja katanya.

Baca Juga : KEBERKAHAN ANTARA MAGHRIB DAN ISYA

Akhirnya kami hitung 30 juta per bulan x 12 bulan x (10%) = 42 juta. Mantap, sudah kami sedekahkan senilai itu (ada sebagian yang suami gunakan untuk berangkat umroh, kami anggap sebagai salah satu bentuk sedekah juga).

Memang Allah SWT tidak akan ingkar terhadap janjinya. Alhamdulillah 1,5 bulan setelah suami kena PHK, suami dapat tawaran untuk interview kerja. Pada saat ditanya salary yang diminta berapa, suami bilang 26 juta per bulan. Dan tanpa disangka-sangka, suami langsung diterima dengan gaji 30 juta per bulan, sesuai dengan yang diinginkan sebelum mengeluarkan sedekah. Suami sampai takjub, ternyata memang benar Allah SWT tidak akan ingkar terhadap janjinya selama kita yakin.

Sampai-sampai suami bilang begini: “Kenapa ya waktu itu papa tidak pede minta gaji 50 juta per bulan. bener kata mama, kalo kita tidak boleh mengecilkan Allah SWT, karena apabila Allah SWT sudah berkehendak pasti akan terjadi. Yang penting kita mau bersedekah dan yakin…

Setelah diterima, masih ada ganjalan sedikit, suami disuruh segera tanda tangan kontrak dan mulai kerja. Suami saya minta waktu untuk diskusi dengan istri. Suami sempat bingung karena mulai kerjanya itu bersamaan dengan jadwal umroh. Suami saya takut kalau perusahaan berubah pikiran apabila suami minta waktu mulai kerja setelah umroh.

Saya bilang, kalau memang perusahaan ini tingkat toleransi agama nya tinggi, pasti boleh, karena umroh adalah ibadah juga.Akhirnya bener, suami dibolehkan menyelesaikan umrohnya dulu baru mulai kerja. Setelah kejadian ini suami saya sangat mantab 1000% akan kekuatan sedekah dan kami tidak pernah berdebat lagi masalah sedekah. (*)

Tags
Show More

Related Articles

Close