Ketika Bumi Berganti

0

Al-Qur’an menginformasikan, “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”(QS. Ibrahim: 48).

Berkaitan dengan firman Allah di atas, Ibnu Abbas berkata, “Ada yang ditambah dan ada yang dikurangi. Batu-batuan, gunung-gunung, lembah-lembah serta pohon-pohon dihilangkan. Lalu dibentangkan seluas-luasnya.” (Fathul Bari: 11/ 376).

Di ayat lain Allah berfirman, “ Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal pada hari kiamat bumi seluruhnya dalam gengaman-Nya dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. az-Zumar: 67).

Dan dalam suatu riwayat ditegaskan, “Pada hari kiamat, Allah mengenggam bumi dan Dia menggulung langit dengan tangan kanan-Nya, lalu Dia berfirman, ‘Akulah Raja, mana raja-raja bumi.” (HR. Muslim, no. 2787).

Ya…, bumi Mahsyar tidak sama dengan bumi kita sekarang. Karena bumi yang kita tempati saat ini akan hancur ketika kiamat terjadi. Allah telah menggantinya dengan bumi yang lain. Lalu di mana posisi manusia saat itu?

Tsauban meriwayatkan hadits, “Aku sedang bersama Rasulullah SAW, kemudian datanglah seorang pemuka Yahudi dan bertanya, “Di mana posisi manusia saat bumi ini diganti oleh Allah dengan bumi yang lain dan begitu juga langit?’ Rasulullah menjawab, “Mereka semua berada di Shirath (Jembatan)’. (HR. Muslim)

Hadits-hadits ini memberi penjelasan bahwa bumi dan langit akan diganti dan Allah menciptakan bumi yang baru. Pada saat pergantian bumi itu, posisi manusia berada di atas shirat (jembatan) di atas neraka jahannam.

Kalau begitu, seperti apa bumi Mahsyar yang menjadi tempat berkumpulnya semua makhluk nanti?Sahl bin Sa’d berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Pada hari kiamat nanti, manusia akan dibangkitkan di bumi yang putih jernih, seperti tepung yang bersih. Tidak ada padanya tanda (marka dan rambu jalan) sedikitpun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Mas’ud berkata, “Bumi ini akan diganti dengan bumi yang putih laksana perak, tidak terkotori oleh nokta dosa sedikitpun.” Ibnu Abbas berkata, “Bumi ini akan diganti dengan perak yang putih warnanya. “Ali bin Abu Thalib berkata, “ Saat itu bumi ini diganti dengan perak, sedangkan langit diganti dengan emas.”

Sedangkan Imam Abu Ja’far Muhamad bin Ali ketika ditanya tentang ayat pergantian bumi, beliau menjawab, “Bumi diganti menjadi  tepung roti berwarna putih dimana orang-orang akan memakannya pada hari kiamat. Demikian juga  Sa’id bin Jubair dan Muhamad bin Ka’ab menyampaikan bahwa bumi akan diganti  tepung roti berwarna putih dimana orang-orang mukmin akan memakannya pada hari kiamat. Dengan demikian, orang-orang mukmin akan makan dari tepung diantara kedua kakinya dan minum dari telaga. Inilah pendapat dari beberapa sahabat.

Adapun pergantian langit maksudnya matahari, bulan bintang dan benda-benda di angkasa

Akan dihancurkan dan berjatuhan.  Juga  dimaksudkan keadaan langit berubah-rubah, terkadang seperti kumpulan asap hitam yang panas. Ada pula yang memahami langit digulung atau dilipat laksana abuku yang lipatannya dibalik. Wallahu a’lam.

Hanya kepada-Mu ya Allah, kami memohon perlindungan dan naungan. Selamatkan kami di dunia dan akhirat. Amin.

Disarikan oleh Fahrurozi dari kitab At-Tadzkirah Fii Ahwaalil Mautaa wa Umuuril Akhirah  Halaman 162-163)

Comments are closed.