1 views

Kenapa Banyak Keluarga Rapuh

0

Banyak keluarga yang sakit, sehingga mendidik anak bukan dalam keadaan yang sehat. Marilah kita pikirkan kembali keadaan rumah tangga. Kalau rumah tangga pada rapuh, maka para pemimpin yang akan datang lahir dari keluarga yang rusak. Akibatnya bangsa kita akan rusak.

Banyak yang mampu memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan. Ada yang mampu memimpin daerah dengan rakyat jutaan. Namun, hanya mengurus satu orang istri, dua atau tiga anak banyak yang tidak mampu.

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya dari istri-istri kalian dan anak-anak kalian adalah musuh bagi kalian, maka berhati-hatilah kalian dari mereka.” (QS. Ath Thaghabun: 14)

Jangan harap  bangsa kita akan kuat, jika keluarga yang menjadi penyangganya rapuh. Keluarga rapuh karena beberapa sebab.

Pertama, persiapannya rapuh. Memilih calon pendamping, suami atau istri semata-mata karena cinta buta. Ini langkah awal yang salah. Apalagi sudah diawali dengan pergaulan bebas. Na’udzubillah. Memilih calon suami atau istri harus benar. Pilih yang baik agamanya. Orang yang agamanya baik, biasanya akan terwujud dalam akhlak yang baik.

Kedua,  yang membuat rumah tangga rapuh karena kekurangan ilmu. Ilmu akhirat maupun ilmu dunia. Kehidupan manusia terus berkembang. Maka orangtua harus mampu menghadapinya. Orangtua harus faham bagaimana perkembangan anak. Orang yang kurang ilmu, biasanya akan menghadapi masalah dengan emosi.

Ketiga, tenaga dan waktu yang kita berikan kepada keluarga hanya sisa. Sisa tenaga. Kita terus disibukkan dengan urusan bisnis atau pekerjaan. Sementara keluarga terbengkalai. Hati-hati yang terlalu sibuk ngurusi harta, akan terasa asing di tengah keluarganya sendiri.  Tahu-tahu anak sudah pada besar. Sementara mereka belum bisa ngaji. Belum terbiasa sholat. Dan, tak jarang mereka merasa kurang perhatian lalu melampiaskan dalam pergaulan bebas. Masyaallah.

Baca Juga : KAJIAN TAFSIR AL-BAQARAH AYAT 120

Perkara Paling Mahal

Rumah tangga merupakan karunia yang sangat besar dari Allah SWT. Salah satu yang paling mahal di dunia ini adalah ketenangan jiwa.  Rumah tangga yang baik adalah rumah yang menjadi basis ketenangan jiwa. Bukan sebaliknya, sumber keruwetan.

Kalau rumah tangga menjadi basis ketenangan, maka suami akan bahagia ketika pulang ke rumah. Istri akan damai ketika berada di rumah. Dan anak-anak merasa aman di tengah bimbingan orangtua mereka.

Ketenangan bukan bersumber dari kekayaan atau memiliki barang-barang yang mahal. Justru orang yang memiliki barang-barang mahal akan tersiksa, karena khawatir barangnya rusak apalagi hilang. Ketenangan juga bukan karena jabatan. Justru orang yang punya jabatan akan dihantui kekhawatiran. Khawatir dipindah tugaskan. Khawatir dihujat banyak orang.

Sumber ketenangan adalah ketika hati penuh dengan dzikir. Allah SWT berfirman, “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’du:  28 )

Kalau sebuah rumah para penghuninya rajin shalat, rajin membaca Al-Qur’an. Kalaupun ada lantunan lagu, lagu yang mengingatkan kepada Allah. Sebaliknya rumah tangga yang jauh dari dzikir kepada Allah, maka jangan berharap rumah tangganya penuh ketenangan. Rumah Rasulullah SAW sangat sederhana, namun penuh kebahagiaan. Karena untuk bisa tenang bukan bangunan rumahnya yang luas, tapi hatinya yang lapang.

Rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang menjadi sumber perubahan akhlak. Suami yang berakhlak baik. Istri yang berakhlak mulia. Anak-anak yang berakhlak. Dan, saling memperbaiki akhlak yang lainnya dengan santun. Saling nasehat menasehati.

Kemudian rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Maka, jadikanlah rumah tangga kita penuh kemanfaatan. Gemar berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Bukan keluarga yang egois, tapi selalu mempedulikan orang lain yang jauh lebih kekurangan. Dengan begitu, keluarga akan penuh keberkahan dan ketenangan. (*)

Quote:

Rumah tangga merupakan karunia yang sangat besar dari Allah SWT. Salah satu yang paling mahal di dunia ini adalah ketenangan jiwa.  Rumah tangga yang baik adalah rumah yang menjadi basis ketenangan jiwa.

Comments are closed.