KisahKisah Hikmah

KEGUNDAHAN

Seorang murid bertanya, apakah wali hidupnya tidak pernah dilanda sedih sama sekali?

Putraku….

Sedih dan gembira itu bagai malam dan siang. Apakah ada sesorang di muka bumi ini yang bisa keluar dari putaran siang dan malam?

Hanya …
Bagi sang wali, perhatiannya bukan pada malam dan siang itu tapi pada Allah sang penciptanya. Laksana piala, ia mengeluarkan apa yang menjadi isinya. Jika isinya anggur akan keluar anggur, jika isinya racun akan keluar racun.

Nah…

Dalam pandangan seorang wali, Allah adalah Sang kebaikan mutlaq. Maka tidaklah sesuatu datang atau keluar dari yang Maha Baik kecuali kebaikan pula.

Jadi siang malam atau sedih dan gembira itu hanyalah casing semata tiada yang menjadi isinya selain kebaikan.

Baca Juga : DUA MAHKOTA BERBEDA DI HARI KIAMAT

Putraku…

Bagi sang arif, malam dan siang, sedih dan gembira yang datang silih berganti adalah tampilan dari wajah-Nya yang Maha Sempurna.

Melalui malam atau kesedihan Ia tampilkan wajah Jalal (keagungan)-Nya

Melalui siang atau kegembiraan Ia tampilkan wajah Jamal (kecantikan)-Nya

Dan sifat Jalal dan jamal itu hanyalah ekspresi (madhar) dari sifat kesempurnaan keindahan-Nya yang tiada batas (kamal) yang selalu dirindukan oleh sang Arif setiap waktu dan keadaan.

Jadi sesungguhnya, apakah Sang wali itu kedatangan malam atau siang, musibah atau nikmat, kesedihan atau kegembiraaan, maka yang ia saksikan dengan mata hatinya hanyalah ‘wajah kesempurnan-Nya yang teramat cemerlang’.

Tags
Show More

Related Articles

Close