Istri Amanah, Suami Tenang

أَرْبَعَةٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِىَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَاْلآَخِرَةِ : لِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَقَلْبٌ شَاكِرٌ، وَبَدَنٌ عَلَى الْبَلاَءِ صَابِرٌ، وَزَوْجَةٌ لاَ تَبْغِيْهِ خَوْناً فـِى نَفْسِهَا وَلاَ مَالِهِ. رواه الطبرانى عن ابن عباس

Artinya: “Ada empat, hal barang siapa dianugerahi empat hal ini, maka dia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat. Pertama dianugerahi lisan yang senantiasa berdzikir, kedua hati yang senantiasa bersyukur, ketiga fisik yang ulet, kuat menghadapi musibah dan cobaan, keempat istri yang tidak semena-mena, tidak menuntut yang berlebihan, tidak selingkuh dan tidak mau berkhianat dalam menjaga aset keuangan keluarga.” (HR. At-Tabrani dari Ibnu Abbas)

Salah satu faktor kesuksesan (dunia akhirat) seseorang itu dikaruniai istri yang amanah, tulus dan menerima apa adanya. Diberi amanah apapun dilaksanakan dan dilakukan dengan sebaik-baiknya, baik itu menyangkut diri pribadi suami atau kekayaan keluarga.  Para suami dituntut untuk sering keluar rumah, baik untuk mencari nafkah atau menyampaikan dakwah. Amankan rumah tangga yang sering ditinggal suami untuk bekerja atau berdakwah? Amankah anak-anak mereka? Amankah keuangan atau asset keluarga? Jawaban dari itu semua, janganlah khawatir wahai para suami, asalkan istrimu adalah orang yang amanah.

Selain amanah, istri juga harus memiliki kecakapan. Cakap dalam memanajemen keuangan. Cakap dalam menyenangkan suami. Cakap dalam menata keindahan rumah. Cakap membuat masakan dan lain-lain. Kalau hanya amanah saja, tidak cakap, kurang sempurna. Bahkan, meski niatnya ingin berbuat baik,bisa jadi akhirnya justru merusak. Misalnya ingin membersihkan lantai, kalau tidak cakap lalu keliru, maka lantai bisa rusak.

Baca Juga : Balasan Segelas Susu

Ketenangan Suami

Seorang suami akan merasa tenang saat bekerja di luar, tidak khawatir dengan keadaan rumah ketika memiliki istri yang  cakap dan amanah. Sehingga saat suami pulang kerja semua permasalahan rumah sudah beres. Anak-anak sudah mandi, makan dan sudah belajar (ngaji), badannya sehat dan kuat, begitu juga permasalahan di dapur, pakaian, tata ruang rumah dan sebagainya. Terlebih lagi tentang kesucian istri, sedikit pun dia tidak bermain dengan laki-laki lain. Dia hanya sepenuhnya untuk mengabdi kepada suami. Tenang dalam berdakwah, tenang dalam bekerja, tenang dalam berkarir itu semua lantaran sedikit pun istri tidak mau berkhianat. Dan ini merupakan kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Orang biasa tidak bisa fokus mengajar, tidak bisa fokus menulis karya ilmiah, tidak bisa fokus berdakwah, tidak bisa fokus kerja kalau mempunyai permasalahan dalam keluarga. Misalnya istrinya main serong dengan laki-laki lain. Kalau kita tidak fokus, maka secara otomatis mengajar juga tidak berkualitas, mengarang karya ilmiah juga tidak kunjung selesai. Atau berdakwah juga tidak bisa maksimal. Jadi istri solihah itu merupakan anugerah kebahagiaan dunia dan akhirat.

Apalagi kalau suami itu orang yang sangat terkenal dan harum namanya. Dia akan semakin harum namanya, semakin dipercaya masyarakat kalau tidak mempunyai permasalahan dalam keluarga. Kita bisa membayangkan kalau ada seorang ulama yang terkenal, dihormati masyarakat, akan tetapi di rumah istrinya main serong dengan laki-laki lain dan masuk dalam media tentu ini akan menjadi masalah besar bagi dirinya. Atau istrinya tidak mendidik dan membimbing anak-anaknya sehingga mereka tidak terurus, ada yang pecandu narkoba, sekolahnya tidak naik kelas. Ini semua sebab ibunya tidak amanah dan tidak mau mendidik anak-anaknya.

Betapa luar biasa fungsi dan peran istri yang solihah, amanah dan mempunyai kecakapan. Maka sangatlah benar oleh Nabi Muhammad SAW bahwa istri solihah yang amanah itu unsur sukses dan kebahagiaan dunia akhirat. (MU/kaselir)