KisahKisah Hikmah

Imam Haramain dan ASI Seorang Budak

Abu Muhammad Aljuwani, yang terkenal dengan sebutan Imam Aljuwaini adalah figur seorang alim yang sangat berhati-hati dalam menjaga kehalalan makanan bagi dirinya maupun keluarganya. Hingga dalam bekerja pun, beliau mengharuskan penghasilannya itu murni dari pekerjaan tangannya sendiri.

Beliau juga mempunyai seorang putra, yang pada saat dewasa terkenal dengan julukan Imam Haramain. Di mulai sejak saat Imam Haramain masih bayi, sang ayah selalu menjaga kehalalan makanan yang masuk ke dalam tubuh Imam Haramain, karena sang ayah berharap agar putranya itu kelak menjadi orang yang shalih dan berguna bagi kemashlahatan ummat Islam.

Baca Juga : AIRMATA BAHAGIA KAUM ANSHAR

Diriwayatkan, bahwa suatu hari, pada saat Imam Aljuwaini sedang bekerja di belakang rumah, sedangkan istrinya memasak di dapur, dan kebetulan letak kamar putranya yang masih bayi, berada agak jauh dari tempat mereka berdua. Saat itu sang bayi menangis kehausan. Sebuah kebetulan, tetangga sebelah rumahnya adalah keluarga berkecukupan dan memiliki seorang budak perempuan yang sedang masa menyusui. Mendengar tangis bayi, maka budak perempuan milik tetangga itu hatinya merasa iba, dan tanpa ada yang menyuruh, si budak mengambil sang bayi putra Imam Aljuwaini untuk disusui. Belum lama si budak menyusui, tiba-tiba Imam Aljuwaini muncul, dan meminta anaknya kembali. Lantas beliau bawa sang putra ke ruang belakang rumahnya, seraya berusaha mengeluarkan air susu si budak dari perut sang putra, dengan cara memasukkan jarinya ke tenggorokan sang putra. Maka sang putrapun memuntahkan air susu si budak tadi. Tatkala istrinya bertanya, maka beliau menerangkan bahwa si budak itu memiliki tuan (juragan), dan air susu si budak yang diberikan kepada putranya itu hukumnya syubhat, karena belum mendapat ijin dari tuannya. Karena beliau merasa sangat khawatir jika air susu si budak itu akan mempengaruhi proses pendewasaan yang negatif bagi sang putra tercinta.

Di saat Imam Haramain bin Imam Aljuwaini tumbuh dewasa, beliau menjadi seorang yang alim, dengan keluasan ilmunya yang membahana di antara penduduk kota Makkah dan Madinah, hingga beliau mendapat gelar Imam Alharamain. Namun, terkadang terjadi pada diri beliau suatu kondisi yang kurang menguntungkan di saat beliau berdakwah mengajarkan ilmunya, yaitu keluar suara gagap, meskipun hanya sejenak.

Suatu saat beliau ditanya wahai Imam Haramain mengapa terkadang beliau sedikit tergagap saat berbicara? kemudian Imam Haramain menjawab, hal itu adalah pengaruh bekas air susu si budak yang pernah menyusuinya itu.

Dari kisah Imam Haramain di atas bisa kita simpulkan bahwa meski setitik, barang syubhat akan sangat berdampak pada kondisi pemakainya apalagi sesuatu yang haram. (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Close