Hukuman Keras Bagi Pecandu Khamr

0

أَرْبَعٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ أَنْ لاَ يُدْخِلَهُمْ الجَنَّةَ وَلاَ يُذِيْقَهُمْ نَعِيْمَهَا : مُدْمِنُ خَمْرٍ، وَآكِلُ الرِّبَا، وَآكِلُ مَالِ الْيَتِيْمِ بِغَيْرِ حَقٍّ، وَالْعَاقُ لِوَالِدَيْهِ. (رواه الحاكم)

Artinya : “Ada empat golongan pasti Allah SWT tidak memasukkan ke dalam surga dan tidak mengizinkan mereka untuk merasakan kenikmatan surga. Pertama orang yang kecanduan minum khamar, kedua orang yang makan dari hasil riba, ketiga makan haknya anak yatim dengan cara yang tidak benar, keempat orang yang durhaka kepada kedua orang tua.”(HR. Al-Hakim)

Hukuman Keras Bagi Pecandu Khamr

KALIMAT ANCAMAN

Ummat  Nabi SAW yang mati dalam keadaan membawa iman, maka mereka pada akhirnya tetap masuk surga, meskipun melakukan banyak dosa. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang akhir hidupnya mengucapkan laa ilaha illaallah, maka akan masuk surga” dan hadits-hadits yang lain. Orang yang dosanya banyak akan masuk neraka, namun  pada akhirnya dengan kalimat tauhid mereka akan dimasukkan ke dalam surga.

Kalimat-kalimat seperti hadits di atas dalam bahasa Arab disebut tahdid (mengancam). Misalnya, kalau membunuh akan masuk neraka selamanya. Padahal dijelaskan dalam hadits, barang siapa yang membawa iman sampai mati maka akan masuk surga. Misalnya majikan berkata pada bawahannya, “Kamu akan saya bunuh”, tentu ungkapan seperti ini bukan membunuh melainkan untuk mengancam. Dengan tujuan agar orang itu tidak melakukan pelanggaran. Intinya, hal seperti itu mendapat laknat Allah SWT dan dosa besar. Kalau dia iman, bisa jadi setelah bertahun-tahun di neraka dengan imannya akhirnya masuk surga  sebagai pelaksanaan dari firman Allah SWT yakni surga itu bagi mereka yang beriman , “Adapun orang-orang yang berwajah putih (orang yang beriman) berseri mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya”. (QS. Ali-Imran: 107)

Dampak Negatif Khamr

Pertama yang mendapatkan ancaman keras (dosa besar) adalah pecandu khamr. Karena hal ini termasuk dosa besar, maka kalau ingin diampuni harus berhenti dari minum minuman keras, menyesal dan bertekad untuk tidak mengulagi dan bertaubat kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar. Mengapa kecanduan khamr itu termasuk dosa besar? Sebab dapat menimbulkan kerusakan di berbagai aspek.

Baca Juga : BAHAYA MAKAN RIBA

Pertama, minum khamr itu merusak fungsi akal. Kalau akal sudah tidak berfungsi maka akan muncul beberapa kejahatan. Misalnya membunuh, merampok, berzina dan lain sebagainya. Nabi Muhammad SAW menyebutnya dengan ummul khabaits (pokoknya kerusakan).

Kedua, Islam sangat menghormati akal dan akal itu yang menjadi manathus sya’ri. Artinya hukum syara’ itu selalu berkaitan dengan akalnya sehat atau tidak. Orang yang akalnya tidak sehat maka dia tidak terbebani hukum Islam (taklif). Orang bisa mengendalikan dirinya itu juga dengan akal, memahami baik buruk dengan akal. Seseorang bisa berinovasi, berkreasi untuk maju juga dengan akal. Mampu mengatasi berbagai permaslahan juga dengan akal dan sebagainya. Nah, kalau akal kita rusak maka sama halnya merusak itu semua. Sehingga bangsa kita menjadi tertinggal sebab generasinya bodoh-bodoh. Dan apa akhirnya dikuasai oleh negara lain, kalau dalam bersaing sebab akalnya rusak. Oleh karena itu semua yang merusak akal hukumnya haram. Sebab fungsi akal sangat penting.

Ketiga, minum khamr menurut kesehatan juga merusak organ dalam tubuh, seperti lambung, liver, jantungnya dan lain. Sehingga berdampak rusaknya generasi kita. Khamr dan minum-minuman keras yang mengandung zat adiktif itu juga bisa merusak gen, merusak sel sperma dan kromoson. Kalau secara genetiknya rusak, beberapa selnya rusak, sel spermanya juga rusak, begitu juga dengan kromosonnya maka dimungkinkan anaknya nanti akan terlahir dalam keadaan cacat dan sebagainya. Jadi, khamr itu merusak generasi, merusak organ dalam tubuh, merusak akal fikirannya dan ketika kondisi mabuk bisa melakukan larangan-larangan agama.

Himbauan dari kami, orang tua, masyarakat, para remaja bersama pemerintah, marilah kita bersama-sama memerangi khamr. Sekiranya ada partai, DPR yang terkadang minum-minuman, atau bahkan setuju dengan khamr dimohon masyarakat tidak memilihnya. Kita tidak mungkin membuat perda larangan minum khamr kalau DPRnya dari orang atau golongan partai yang setuju dengan minum-minuman khamr. Masyarakat secara bersama-sama menghukum partai yang menyetujui minum-minuman keras. Kemudian kalau DPRnya sudah baik, rakyatnya juga baik, dan ternyata ada pejabat yang melanggar maka DPR harus tegas dalam memberi hukuman. Kalau dari semua pimpinan itu baik dan ternyata ada beberapa bawahan yang melanggar juga harus diberi sanksi secara tegas.

Begitu juga dengan lembaga pendidikan seperti sekolah juga harus tegas. Misalnya bagi mereka yang minum khamr maka akibatnya mereka tidak diterima sebagai murid. Bisa diterima kalau memang sudah kembali sehat, misalnya setelah dilakukan proses rehabilitasi dan benar-benar sehat maka boleh sekolah untuk masa depan mereka. Jika pendidikan bersih dari hal-hal seperti itu akan menjadi bangsa yang sehat, cerdas, dan maju. (mu/kaselir)

Comments are closed.