Hebatnya Cinta Seorang Bocah Pada Rasulullah

0

Terjadi satu kisah dizaman Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i. Ketika sedang berkumpul dengan orang di kota Zabid (ujung kota Yaman) untuk berziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW di kota Madinah.

Jarak perjalanannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Ketika rombongan tadi hendak bergerak ke kota Madinah datang seorang anak kecil sekitar 8 tahun, wahai syeikh aku hendak ikut ziarah ke makam Nabi SAW.

Tapi permintaan anak kecil itu tidak diizinkan oleh syeikh, karena kau nanti membuat susah, orang hendak ke sini kau hendak kesana. Lalu syeikh bertanya kepada anak kecil itu, kenapa kau sangat ingin ikut. Lalu anak itu berkata wahai syeikh percayalah “Aku sangat rindu dengan Rasulullah”. Namun dijawabnya, ”Sudahlah kau tetap tak boleh ikut.”

Maka berjalanlah rombongan tadi. Setibanya di kota Madinah, tepatnya di makamnya Sayyidina Muhammad SAW, terkejutlah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i karena melihat anak kecil itu ada di hadapannya.

”Wahai anak kecil, dari mana kau datang. Bagaimana kau bisa ikut.”

”Ketika kalian berangkat, aku masuk dalam kotak/peti ikut bersama rombongan ziarah ke makam Sayyidina Muhammad SAW.”

Kata Syeikh, “Aku tidak heran kalau kau masuk peti, tapi selama 2 minggu kau makan dan minum dari mana, tidak makan dan tidak minum.”

”Wahai Syeikh, sungguh aku dilupakan dari makan dan minum karena sangat rindu kepada Nabi SAW,” jawabnya.

Anak kecil tadi pun bertanya; ”Wahai Syeikh, apakah benar tanah ini pernah dipijak Rasulullah?”

Baca Juga : BIASAKAN AKRAB DENGAN QUR’AN

Kata Syeikh ”ya.” Kemudian anak tersebut mengambil tanah itu lalu diciumnya tanah tersebut, terus anak kecil itu tiba-tiba roboh seakan-akan pingsan. Rupanya anak kecil itu telah wafat. Anak kecil itu di kebumikan di luar kota Madinah karena orang luar. Kemudian kesemuanya terus mengerjakan umrah.

Saat pulang, Syeikh Abdurrahman ad-Diba’i teringat kepada anak tadi, lalu datang menziarahi makam anak itu. Ketika Syeikh melihat keadaan makam itu, menjadi bingung. Karena kubur itu diluar kota Madinah tapi berangsur-angsur bergeser masuk kota Madinah mendekati makam Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Maka menangislah Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i. Sampai sekarang makam tersebut masih ada dan makam tersebut ada di seberang Masjid Nabawi.

”Wahai anak kecil betapa hebat dan mulianya engkau, sewaktu kecil kau rindu hendak ziarah ke makam Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, dan sewaktu kau wafat kau juga rindu kepada Rasulullah…”

Syeikh Abdurrahman Ad-Diba’i pun menangis di dalam rumahnya. “Aku ini adalah seorang imam tapi aku malu melihat kecintaan seorang anak yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Dan sang Imam pun menulis riwayat perjalanan anak kecil tersebut di Maulidnya. Subhanallah. (*)

Comments are closed.