Hati-hati Hoax “Islami”

0

Dalam era digital dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, informasi dan komunikasi semakin mudah dilakukan dan terus berkembang dalam skala yang sangat cepat dan sangat besar. Dengan teknologi yang sangat canggih, manusia semakin dimudahkan untuk melakukan komunikasi dan tukar menukar informasi. Banyak manfaat yang dapat kita dapat dari internet selain sebagai media  yang memudahkan kita bertukar informasi namun ada juga sisi negatifnya.

Salah satu dampak negatif tersebut adalah berita palsu atau yang sering disebut sebagai HOAX. HOAX “islami” adalah tindakan untuk mengelabui agar orang mempercayai atau menerima sesuatu yang palsu dan sering tidak masuk akal sebagai sesuatu yang asli dalam kaitannya dengan agama Islam. Biasanya terkait dengan upaya dakwah agama Islam golongan tertentu dengan menghalalkan kebohongan (taqiya). Ada pula yang sengaja dibuat untuk menutupi berita sebenarnya, atau cuma buat seru-seruan, bahkan hanya untuk kepentingan tertentu.

Yang menarik, berita HOAX ini selalu mencantumkan sumber, foto, komentar ahli dan lain-lain, meskipun sebenarnya tidak jelas. Bagi orang yang kurang jeli dan teliti, maka bisa menjadi sangat percaya. Kemudian ikut nge-share dengan penuh semangat, kadang-kadang menggunakan kalimat suci “Subhanallah”, atau “Alhamdulillah”, “Allahuakbar” dsb.

Yang lucu, ketika ia didebat bahwa berita itu hanya bohong, ia malah balik menuduh juga. Malah kadang berapi-api, mungkin karena membela diri karena ketahuan salah. Pastinya muslim nge-share ini karena senang, bahagia dan bangga atas kebenaran agamanya. Tapi lupa untuk cek dan ricek, seperti yang diajarkan oleh Al-Quran: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat 49:6)

Baca Juga : BERDUSTA ATAS NAMA NABI SAW

Umumnya HOAX Islami, mempunyai ciri umum berupa informasi yang tidak jelas, sehingga tidak bisa dilakukan pengecekan atas kebenaran informasi tersebut. Informasi yang tidak jelas ini bisa berupa acara yang tidak jelas, orang yang tidak jelas, tokoh fiktif, ensiklopedia fiktif.

Tips mengenali HOAX ini menuntut kita untuk berpikir kritis terhadap informasi dengan cara mempertanyakan bagian-bagian dari informasi yang tidak jelas, sehingga informasi dapat diperiksa kebenarannya.

Jika Anda malas untuk berpikir kritis saat mendengar informasi, sungguh lebih baik bila Anda menilai informasi yang tidak jelas itu sebagai HOAX, ketimbang percaya begitu saja kepada informasi yang tidak jelas. Lebih baik tidak percaya ketimbang tertipu.

Berita bohong akan membuat kita tak bisa membedakan lagi mana yang benar dan mana yang salah. Ada juga yang sengaja dibuat untuk mengadu domba ummat Islam dan  non-Islam. Dan yang terakhir, ada berita yang dibuat oleh muslim sendiri. Untuk apa? Entahlah.

Semoga mereka yang gemar membuat berita bohong, menciptakan stigma buruk, dan kemudian melakukan kampanye hitam mendapatkan hidayah-Nya, …kemudian menjadi insan yang bermanfaat dalam membangun peradaban Islam. Aamiin. (Media Ummat)

Comments are closed.