Gelar Sayyidah Khadijah Ra

0

Gelar merupakan kepuasan diri bagi orang yang mendapatkannya, ia menunjukkan kemuliaan dan kredibilitas. Gelar menunjukkan kemuliaan seseorang. Gelar tidak akan diperoleh kecuali melalui riset yang mendalam, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), dan melalui masa yang panjang sampai diyakini betul bahwa orang yang menerima layak mendapatkannya.  Terkadang seseorang memiliki satu gelar yang mengangkat martabatnya, tetapi bagi orang lain ia layaknya manusia biasa, sama sekali tidak bertambah status sosialnya. Namun, tatkala seseorang memiliki gelar lebih dari satu dan mendapat sifat kemuliaan yang lebih dari satu sifat, maka ia akan memperoleh kedudukan yang istimewa di tengah masyarakat dan menjadikan manusia layak iri dengannya. Gelar-gelar inilah yang dimiliki oleh Sayyidah Khadijah ra. Beliau memiliki gelar kemuliaan lebih dari satu gelar, dan mendapatkan sifat kemuliaan lebih dari satu sifat.

Gelar pertama yang disematkan kepada Khadijah adalah “Ath-Thaahirah” (wanita suci).  Khadijah ra sebelum menikah dengan Sayyidil Basyar Muhammad saw. telah menikah dua kali dan ditinggalkan wafat suami keduanya saat  usianya mencapai puncak keremajaan. Saat itu dengan bergelimangnya harta Khadijah ra. menjadi sosok pemuka kaum wanita sekaligus konglomerat muda yang piawai berdagang mengelola harta. Namun, gelimang harta tak menjadikan Khadijah serta merta terjun langsung menjalin hubungan dan mempererat jalinan dengan pemuka Quraisy dan pemuka Mekah maupun diluar Mekah. Khadijah menunjuk Maisarah sebagai manajer utama dalam bisnisnya dan saat terjadi masalah pelik dalam bisnis akan ia selesaikan bersama keluarga besarnya di istana.

Khadijah ra adalah tipikal wanita yang mampu menjaga diri. Sebagaimana diketahui Kota Mekah saat itu popular dengan hedonisme pesta dan nyanyian.  Tak terkecuali rumah Abu Lahab yang jaraknya cukup dekat dengan kediaman Khadijah ra,  sangat masyhur dengan hobi berpesta setiap malam. Namun demikian, Khadijah ra hatinya sedikitpun tak bergeming untuk bermain dan bersendau gurau bersama wanita sebayanya kala itu. Maka, seantero wanita Mekah pun telah mengenal dengan baik bagaimana kepribadian Khadijah ra yang mulia.

Selain Ath-Thaahirah, Khadijah ra juga diberi gelar “Sayyidatu Nisaa’I Quraisy”, Pemuka wanita Quraisy. Gelar tersebut dipersembahkan kepada beliau tidak lain karena kesempurnaan sifat mulianya. Mereka sepakat bahwa Khadijah ra memiliki akhlak-akhlak mulia yang tak seorang pun dari mereka untuk menyematkan gelar ini.

Baca Juga : PENDIDIKAN BERKARAKTER

Kemudian, setelah dipinang oleh baginda Rasul Muhammad saw, Khadijah ra pun mendapat gelar Al-Kubro atau bermakna wanita yang agung. Telah masyhur dikalangan umat Islam beliau sering disebut dengan Khadijah Al- Kubro, tidak lain karena agungnya akhlak yang beliau miliki sebagai seorang wanita di zaman itu.

Khadijah ra juga mendapat gelar dalam Islam yakni ‘Ummul Mukminin’. Gelar ini tak pernah dicapai wanita manapun, hanya wanita-wanita khusus saja yang mendapatkannya, karena tidak semua wanita mampu menikah dengan Rasul saw. Hal ini disebabkan Rasul tidak menikah kecuali dengan wanita yang telah disiapkan oleh Allah swt. Gelar ‘Ummul Mukminin’ sendiri barang siapa menyandangnya maka ia akan mendapat martabat yang tinggi dan mulia, dan menempatkannya pada posisi yang tinggi hingga mendapatkan doa kaum muslimin sepanjang masa untuk dimintakan kedudukan yang mulia disisi Allah swt. Shalawat kaum muslimin juga sampai kepadanya ketika mereka bersholawat kepada baginda Nabi saw. dengan mengucapkan “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan istri-istrinya yaitu para Ummahatul Mukminin”.

Khadijah adalah sosok yang pertama secara urutan mendapat gelar Ummul Mukminin bersama istri Rasul saw yang lain. Ia orang pertama yang beriman, berdakwah kepada kaum lelaki dan perempuan dengan berpeluh keringat, disiksa di jalan Allah swt dan merasakan pedihnya ujian tetapi tetap bersabar turut serta mendampingi dakwah Rasulullah saw.

Diatas seluruh gelar baik Ath-Thaahirah, Sayyidatu Nisaa’I Quraisy, Al-Kubro maupun Ummul Mukminin termasuk juga gelar Sayyidatu Nisaa’il ‘aalamin (pemuka wanita seluruh dunia), adalah gelar-gelar yang termulia dan paling tinggi. Dimana Khadijah ra mendapatkannya karena mulianya akhlak yang dimiliki dan perjuangannya dalam  menyokong permulaan dakwah nabi.

Sumber: (Khadijah Teladan Agung Wanita Mukminah, Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal)

Comments are closed.