Kajian IslamiKajian Kitab Fiqih

Enam Perkara Wajibkan Mandi Besar

(Fasal): “Hal-hal yang mewajibkan mandi ada enam macam: tiga berada secara bersama antara laki-laki dan wanita, yakni: karena terjadinya  pertemuan dua kemaluan antara laki-laki dan wanita (persetubuhan), keluarnya mani, mati. Dan tiga hal yang khusus hanya bagi wanita saja, yakni: haid (menstruasi), nifas, dan wiladah (persalinan).

Berikut ini penjelasan tentang perkara yang mewajibkan mandi jinabah. Pertama, bertemunya dua kemaluan laki-laki dan wanita (bersetubuh). Orang yang melakukan persetubuhan wajib mandi meskipun tidak sampai keluar air mani.

Yang dimaksudkan pertemuan dua kemaluan di sini adalah dimasukkannya dzakar ke dalam farji (kemaluan wanita), sebagai kiasan dari persetubuhan. Hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhary (287) dan Muslim (348) dari Abi Hurairoh RA. dari Nabi SAW beliau bersabda: “Apabila  lelaki sudah duduk di atas empat anggota tubuh wanita (dua paha dan dua betis) lalu dia menimbulkan gairah kuat”, yakni sebagai kiasan dari masuknya dzakar lelaki ke farji wanita. Dan hadits tersebut sebagai dalil untuk mewajibkannya mandi apabila terjadi persetubuhan, sekalipun tidak mengeluarkan mani (sperma), sebagaimana dijelaskan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

Kedua, bersetubuh. Adapun tentang keluarnya air mani, hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhary dan Muslim dari Ummi Salamah RA. ia berkata: Ummi Sulain menghadap kepada Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak perlu malu bertanya tentang kebenaran, apakah bagi wanita apabila bermimpi (bermimpi bersetubuh) wajib mandi? Rasulullah SAW menjawab: “Benar, apabila engkau melihat air.”

Yang dimaksud melihat air di sini adalah keluar mani atau cairan dari wanita ketika bersetubuh. Begitu juga disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (236) dan lainnya, dari A’isyah RA ia berkata: Rasulullah SAW ditanya tentang seorang lelaki yang mendapat basah-basah, tetapi dia tidak ingat bahwa dia bermimpi? Maka beliau menjawab: “wajib mandi”. Dan tentang seorang lelaki yang merasa bahwa dia bermimpi, tetapi tidak mendapati basah-basah? Beliau menjawab: “Tidak wajib mandi”.

Baca Juga : DITUNTUT MEMATUHI KEINGINAN ORANGTUA SUAMI

Ummi Sulaim bertanya lagi: Apabila wanita juga mengalami basah-basah seperti itu, apakah dia juga wajib mandi? Beliau menjawab: “Ya/benar, karena wanita itu lawan pandang bagi kaum lelaki”. Seolah-olah wanita itu berasal dari kaum lelaki.

Ketiga, meninggal dunia. Orang yang meninggal wajib dimandikan. Hukumnya fardhu kifayah bagi yang hidup.  Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhary dan Muslim dari Ummi Athiyah RA. seorang wanita Anshor, ia berkata: Rasulullah SAW masuk ke rumah kami ketika puteri beliau meninggal dunia, beliau bersabda: “Mandikanlah dia tiga kali…..

Disebutkan juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhary dan Muslim dari Ibnu Abbas RA bahwasanya seorang lelaki yang terjatuh dari ontanya dan terinjak lehernya, sedangkan kami bersama Rasulullah SAW dan beliau sedang melaksanakan ihrom, beliua bersabda: “Mandikanlah dengan air dan dedaunan, kafanilah menggunakan dua lembar kain ihromnya.

Keempat, haid. Seorang wanita yang telah bersih dari darah haid maka ia wajib untuk mandi jinabah. Allah SWT berfirman: “Jauhilah wanita dalam keadaan haid, dan janganlah kamu menyetubuhinya sampai mereka suci, apabila mereka telah bersuci, maka datangilah (setubuhilah) sesuai dengan perintah Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat dan orang yang suci” (QS. Al-Baqoroh: 222).

Juga didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhary dari A’isyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda kepada Fathimah binti Hubaisy RA: “Apabila kamu sedang haid, maka tinggalkanlah sholat, dan apabila haid sudah selesai, maka mandilah dan sholatlah kamu”.

Kelima, nifas. Hukumnya mandi setelah selesai nifas diqiyaskan (dianalogikan) kepada haid, oleh karena darah nifas itu adalah darah haid yang terakumulasi.

Keenam, melahirkan.  Seorang wanita yang telah melahirkan ia juga diwajibkan mandi jinabah. (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Close